Result One Pride MMA FN 38 No Surrender : Ade Permana Berhasil Pertahankan Sabuk Juara Atomweight

Spread the love
Laga utama Fight Night 38 bertajuk title fight kelas atomweight, Ade Permana sang juara menghadapi Lipin Sitorus.

JakCityNews (Jakarta) – No Surrender One Pride MMA Fight Night 38 digelar dengan menghadirkan 4 bout. Fight Night untuk kedua kalinya  di masa pandemi covid-19 ini, tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua  atlet terlebih dahulu melakukan test dan karantina.  

Selain itu,  semua yang terlibat,  baik dari KOBI, PT Merah Putih Berkibar dan tvOne juga melakukan test sebelum dapat hadir di FN 38. Pertandingan juga digelar tanpa penonton, dan  jumlah kru yang dibatasi,  sehingga tidak ada kerumunan baik di dalam maupun di luar arena One Pride MMA.

Laga utama Fight Night 38 bertajuk  title fight kelas atomweight. Ade Permana sang juara menghadapi Lipin Sitorus. Pada awal pertarungan,  Lipin langsung mengajak Ade bermain bawah.  Namun Ade tidak meladeni, Ade mampu melakukan  serangan dan mengajaknya  bermain atas.

Ronde pertama, Ade  berhasil menjatuhkan Lipin dan menguncinya  dengan teknik rear naked choked. Pada pertarungan  ronde ke dua,  Ade secara agresif melepaskan pukulan dan tendangan yang membuat Lipin kewalahan.   Tak butuh waktu lama, Ade akhirnya  berhasil melakukan kuncian naked choked dan berhasil  mempertahankan Sabuk Juara Kelas Atomweight. Dengan demikian, Ade berhasil membukukan  rekor 6 kali kemenangan berturut-turut. 

“Saya memang menghadapi lawan yang kuat. Tapi motivasi saya sangat besar. Lipin memiliki power otot dada yang sangat besar,  sehingga saya kesulitan dalam melakukan kuncian rear naked choked.  Saya gunakan teknik-teknik lain supaya tidak habis energi. Saya sangat ingin sabuk ini menjadi sabuk abadi bagi keluarga saya dan menceritakan ini ke anak dan cucu saya,” Kata Ade Permana usai pertarungan.

Baca juga :

Partai Panas

Pada partai perbaikan peringkat kelas welterweight,  Alwin Kincai menghadapi Sarif Saepudin. Pertandingan berlangsung panas sejak awal ronde pertama. Keduanya saling adu tendangan. Alwin melepaskan low kick, yang dibalas serangan kombinasi Sarif.  

Sarif mengajak Alwin main bawah, kendati ia gagal mengunci Alwin.  Keduanya kembali bermain atas dan saling jual-beli serangan sampai ronde pertama berakhir.

Pada awal ronde kedua, Sarif lebih dulu melakukan serangan.  Ia melepaskan high kick dua kali berturut-turut yang membuat Alwin Kincai kewalahan. Alwin Kincai kemudian memaksa Sarif bermain bawah dan menguncinya. Alwin juga berhasil  melakukan ground and pound kearah wajah Sarif.   Alwin Kincai pun sukses berhasil merebut kemenanagan dengan TKO.

“Tidak ada kesulitan yang penting. Saya  mengikuti alur permainan dan berusaha,  karena semua kan yang di atas yang menentukan.  Sebab,  dalam pertandingan tidak bisa diprediksi akan kena tendangan atau pukulan, ” ungkap Alwin Kincai.

Selanjutnya,  pada pertarungan perbaikan peringkat kelas featherweight antara Yordan Hilapok dan Eperaim.  Kedua petarung  sempat bermain secara hati-hati, kendati akhirnya Eperaim mulai melakukan serangan yang dibalas dengan low kick oleh Yordan Hilapok.

Di menit-menit awal ronde pertama,  Eperaim bermain agresif.  Tendangannya mengenai rahang dan wajah kiri Yordan Hilapok, Yordan pun  tersungkur.  Eperaim mencoba   mengunci Yordan Hilapok, tapi  sayangnya, Yordan berhasil lolos. Kedua petarung  mulai bermain hati-hati dan membuat jarak hingga ronde pertama berakhir.

Pada ronde kedua,  Yordan sempat melepaskan pukulan,  sayangnya tidak mengenai sasaran. Eperaim kembali mengajak bermain bawah.  Ia mengunci Yordan dan melakukan ground and pound. Mendekati  akhir ronde kedua,  Eperaim melakukan rear naked choked. Ini membuat Yordan Hilapok menyerah dan melakukan tap out. Eperaim Ginting sukses memenangkan pertarungan dan menambah rekor 4 kali memang dari empat kali pertarunganya. 

Kemudian,  laga perbaikan peringkat kelas flyweight antara Sutrisno dan Galih Tornado.  Di awal pertarungan Galih melepaskan low kick ke arah Sutrisno. Namun, Sutrisno berhasil mengunci Galih di posisi bawah. Sutrisno berada di posisi atas dan melakukan ground and pound ke Galih hampir selama ronde satu berlangsung. Mendekati  akhir ronde pertama,  Galih sempat berdiri dan melepaskan knee ke arah kepala Sutrisno. Namun, Sutrisno kembali mengunci Galih sampai ronde pertama usai. Galih terkapar dan tidak bisa melanjutkan pertarungan. Duel  pun dimenangkan Sutrisno secara TKO  pada Ronde pertama menit kelima. One Pride MMA adalah promotor MMA terbesar di Indonesia dengan menghadirkan 300 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia. Untuk berita terbaru terkait One Pride Pro Never Quit, silakan kunjungi www.onepride.net, ikuti kami di Twitter @OnePrideTVOne, Instagram, Youtube, dan FB di @OnePrideIMMA. (*/JCN-02)