KemenPUPR Ajak Masyarakat Terlibat Konservasi di Sekitar Bendungan

Spread the love
Bendungan.

JakCityNews (Sumedang) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya konservasi sekaligus pengembangan potensi ekonomi lokal di sekitar bendungan, yang dilakukan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan sebagai tampungan air.

Menteri PUPR Basuki mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan area sabuk hijau (greenbelt) bendungan Jatigede dan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat untuk ditanami berbagai jenis pohon bernilai ekonomis.

“Kami mengajak masyarakat berperan aktif untuk kegiatan penanaman pohon di area sabuk hijau bendungan tanpa mengganggu fungsi utama bendungan sebagai tampungan air,” kata Menteri Basuki melalui siaran pers-nya di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Hal senada dikatakan Staf Ahli Menteri PUPR (SAMPU) Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Sudirman. Menurutnya, instruksi Menteri Basuki agar dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, baik jalan tol maupun bendungan, selalu  berlandaskan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 

Baca juga :

“Untuk itu, setiap bendungan harus ditata dan memiliki kawasan sabuk hijau memadai melalui penanaman pohon yang disesuaikan dengan struktur tanah dan memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Sudirman menjelaskan, pelaksanaan penanaman pohon ini akan melibatkan Ikatan Purnabhakti Kementerian Pekerjaan Umum (IPPU) dan kelompok masyarakat setempat. Penanaman pohon tersebut akan dilakukan secara serentak di bendungan- bendungan di Indonesia dalam rangka memperingati Hari Bhakti PU ke -75 pada tanggal 3 Desember 2020 mendatang. 

“Selain itu, para Kepala Balai dan Kepala Satker harus memetakan mana saja area yang akan ditanami pohon,” tambahnya. 

Adapun lahan sabuk hijau di kawasan Bendungan Jatigede merupakan lahan bekas quarry pembangunan di Gunung Julang Kecamatan Cisitu seluas 50 hektar. 

Selanjutnya lahan pasang surut 1000 hektar di area genangan Bendungan Jatigede,  lahan hilir bendungan seluas 40 hektar, lahan tukar menukar kawasan hutan seluas 700 ha di Kecamatan Wado dan Conggeang. (Bag)