Wujudkan Ketahanan Air & Pangan, KemenPUPR Selesaikan Pembangunan Pidekso

Spread the love
Bendungan Pidekso, di Wonogiri, Jawa Tengah.

JakCityNews (Yogyakarta) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air, tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Pidekso, di Wonogiri, Jawa Tengah, yang saat ini progres tahap I sudah rampung 100 persen.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, selesainya bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang Sumber Daya Air ini diharapkan nantinya dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 khususnya di bidang pertanian.

“Penyelesaian Pidekso, juga untuk mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional sekaligus mendukung provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi lumbung pangan nasional, ” Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta meter kubik ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan Pidekso ini akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 persen (2000 Ha) ke 240 persen (3600 Ha). 

Baca juga :

Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini lanjut Menteri Basuki, juga memiliki manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Kota Solo dan sekitarnya, serta potensi listrik tenaga hidro sebesar 0,5 MW. 

“Pembangunan bendungan Pidekso sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, ” ujar Menteri Basuki.

Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan setelah pembangunan tahap I rampung, saat ini tengah dilakukan proses lelang/tender untuk pembangunan tahap II dengan target konstruksi bendungan seluruhnya akan rampung pada tahun 2022. 

Pembangunan tahap I yang sudah selesai berupa akses jalan, bangunan cover dam, terowongan saluran pengelak, dan untuk proses pengelakan sungai juga sudah selesai.

“Selanjutnya di tahap dua akan dilanjutkan pembangunan tubuh bendungan, fasilitas pelengkap, serta instrumen hidromekanikal elektrikal bendungan,” ujar Agus.

Pembangunan Bendungan Pidekso tahap I dikerjakan oleh kontraktor PT. PP (Pembangunan Perumahan) dengan dana APBN sebesar Rp 436,9 miliar. Selanjutnya untuk pembangunan tahap II diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 376 miliar. (Bag)