Satgas Covid-19 Beri Perhatian Khusus Lima Provinsi

Spread the love
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

JakCityNews (Jakarta) – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan hingga tanggal 27 Oktober 2020, pihaknya memberi perhatian khusus terhadap lima provinsi karena mengalami kenaikan kasus positif aktif Covid-19 tertinggi dalam pekan ini.


Kelima provinsi yang mengalami kenaikan tersebut secara berurutan yakni Jawa Barat naik 627, Banten (345), Kepulauan Riau (238), Riau (234) dan Jawa Tengah (184). Wiku menyebut  daerah-daerah yang pada pekan sebelumnya mengalami perbaikan, ternyata terjadi peningkatan kasus, yang artinya daerah ini menjadi lengah.

“Daerah-daerah harus terus evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan di masyarakatnya. Jangan sekedar berlomba-lomba masuk lima besar kasus positif karena hal ini bukanlah prestasi,” lanjut Wiku di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Namun Wiku juga memberikan apresiasi kepada provinsi Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat yang mengalami penurunan sebesar 4,5 persen jumlah kasus positif setelah sepekan sebelumnya masih masuk lima besar. Tiga provinsi tersebut pada pekan ini keluar dari posisi lima besar karena berhasil menekan angka kasusnya.

Baca juga :

“Meski beberapa pekan terakhir terjadi perkembangan baik di banyak daerah di Indonesia, namun kondisi ini tidak membuat cepat berpuas diri,” katanya.

Wiku juga mencatat perkembangan setiap pekan, ada 5 provinsi tertinggi mengalami kenaikan kesembuhan. Secara berurutan yakni Riau naik 1.894, Sumatera Barat (587), Sulawesi Tenggara (542), Sumatera Selatan (127) dan Jambi (81).

Sementara daerah dengan persentase kesembuhan tertinggi berada diraih oleh Gorontalo sebesar 94,47 persen. Disusul secara berurutan oleh Bali (89,8), Kalimantan Selatan (89,5), Jawa Timur (88,16) dan Maluku Utara (88,12).

“Dimohon provinsi yang telah disebutkan agar meningkatkan angka kesembuhan. Kepada provinsi lainnya agar mencapai angka kesembuhan tertinggi,” kata Wiku.

Wiku menambahkan saat ini penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sudah bergerak ke arah yang diharapkan. Hingga 27 Oktober 2020, penambahan kasus positif sebanyak 3.520, kasus aktif 60.685 atau 16,4 persen.

Kasus aktif dunia pada saat ini rata-ratanya berada di angka 23,84 persen. Persentase kasus aktif di Indonesia menurut Wiku sekitar 7 persen lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia. Sedangkan jumlah kasus sembuh saat ini sudah 322.248 orang, ini adalah 81,3 persen atau kasus sembuh dunia 73,49 persen.

“Bahwa kasus sembuh di dunia akhir-akhir ini cenderung menurun. Sedangkan kasus sembuh di Indonesia, persentasenya cenderung meningkat. Ini adalah kabar baik yang harus dipertahankan sehingga angka kesembuhan bisa naik terus dan diharapkan tidak ada yang meninggal,” kata Wiku. (Bag)