Pelaksanaan Mukernas Pertina Virtual Dinilai Amburadul

Spread the love
Suasana pengprov Pertina yang tergabung dalam Bersatu Hati yang mengikuti Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pertina secara virtual, Kamis (12/11/2020).

JakCityNews (Jakarta) –  Pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pertina yang digelar secara virtual, Kamis (12/11/2020) oleh pengprov pertina yang terbagung dalam Bersatu hati dinilai amburadul. Pasalnya, jadwal pelaksanaan molor lebih dari 2 jam,  dan adanya tindakan panitia mematikan mikropon saat peserta menyampaikan pendapat.


“Kita sudah menunggu sejak pukul 13.00 WIB tetapi Mukernas Pertina virtual baru dimulai pukul 15.00 WIB. Sudah hampir 2 jam molor dari jadwal undangan yang diberikan,” kata Sekretaris Pengprov Pertina Sulawesi Selatan (Sulsel), Adam Taka Simanjuntak yang hadir bersama 19 utusan Pengprov Pertina yang tergabung dalam Bersatu Hati di Hotel Arya Duta Jakarta. 

Selain jadwal molor, Adam juga mengeluhkan namanya tidak tercantum dalam peserta Mukernas Pertina virtual tersebut. Padahal, dia mengantongi surat mandat resmi untuk hadir sebagai peserta dari Ketua Pengprov Pertina Sulsel.

“Saya itu mengantongi surat mandat tetapi saya tidak dimasukkan sebagai peserta. Pelaksanaan Mukernas Pertina virtual bukan hanya tidak siap tapi terkesan amburadul. Sudah jadwalnya molor ditambah lagi adanya mikropon yang dimatikan saat peserta berbicara,” ungkap Adam.

Adam yang memegang mandat sebagai peserta Mukernas virtual  berharap Mukernas dapat  menentukan jadwal dan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Pertina. 

Penilaian yang sama juga disampaikan Sekretaris Pengprov Pertina Aceh, Syarkawi Yuzan. “Kita hadir di Mukernas untuk berbicara,  malah mikropon sesukanya dimatikan. Keputusan yang diambil juga dilakukan secara sepihak tanpa menyampaikan materi kepada peserta,” timpalnya. 

Baca juga :

Sekretaris Pengprov Kalimantan Barat, Ramli Ramlan menyesalkan terjadinya hal yang tidak mengenakkan dalam pelaksanaan Mukernas Pertina tersebut.

“Harusnya pelaksanaan Mukernas ini dijalankan secara benar karena dipantau langsung oleh Bidang Organisasi KONI Pusat. Ini kan bisa menjadi catatan tersendiri,” katanya.

Kepastian pelakaanaan Munas Pertina itu, kata Adam, sangat penting. Sebab, pada Rakernas di Cisarua Bogor Desember 2019 sudah ditetapkan pelaksanaan Munas Pertina 2-3 Mei 2020. Namun, PP Pertina memundurkan jadwalnya menjadi 5-6 Agustus 2020 dengan alasan pandemo Covid 19. 

Rencana ini pun, kata Adam, bukan hanya batal,  tetapi PP Pertina di bawah kepemimpinan Irjen Pol Jhony Asadoma meminta perpanjangan masa kepengurusan kepada KONI Pusat hingga 23 Desember 2020. 

“Mukernas Pertina ini harus menetapkan Munas. Soal jadwal dan tempat pelaksanaan harusnya diserahkan kepada peserta,”  kata Brigjen TNI (Purn), Sofyan Botutihe yang berharap tinju Indonesia kembali berjaya melahirkan juara Asia dan perempat finalis Olimpiade seperti Ferry Moniaga, Albert Papilaya, La Paena Masara dan peraih emas Asian Games Beijing 1990, Pino Bahari dan lain-lainnya. (Azhr/gtt)