Kang Wawan Serius Jalani Usaha Ternak Domba Garut Kualiatas Super

Spread the love

JakCityNews (Garut) – Kota Garut tidak hanya dikenal dengan panganan Dodol saja. Dalam hal ternak pun, kota yang berada di Jawa Barat ini juga dikenal sebagai mengembang-biak hewan Domba (kambing-red). Hewan yang tidak hanya dikenal dengan kualitas kelezatan dagingnya saja jika menjadi santapan, tapi juga kepemilikan tanduk super besar. Jika diperjual-belikan, harganya lumayan mengejutkan, perkiraan bisa mencapai di atas Rp 100 jutaan.

Salah seorang sosok muda yang tekun atau serius melakoni usaha ternak Domba Garut, yakni Kang Wawan. Malah mengaku harus menjalani usaha turun-temurun dari warisan sang kakek (Abah Usup) dan orangtua/ayah (Nani). Bahkan diseriusi sejak masa pandemi COVID-19 di awal 2020 lalu.

“Jadi, saya ini melanjutkan usaha orangtua. Dulu, mengawali dari modal 3 ekor domba. Alhamdulillah, sekarang sudah mencapai 30 ekor. Kelebihannya, rata-rata bertanduk besar. Malah, saat ini ada 1 ekor Domba bertanduk super besar,” jelas Kang Wawan kepada JakCityNews, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya soal Domba Garut yang bertanduk super besar, dijuluki sebagai ‘Si The Rock’. Berusia 2 tahun dengan memiliki bobot 90 Kg. Sedangkan soal tanduk super besar, juga memiliki seni unik tersendiri, apalagi lingkaran tanduknya mencapai 54 CM.

Baca juga :

Saat ditemui di lokasi pertenakan Domba Garut di Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44161, Kang Wawan mengaku membutuhkan strategi atau pemasaran yang jitu, agar usahanya itu bisa lebih berkembang.

“Jujur, kalau untuk konsumen atau pembeli, tetap ada. Bahkan, saya belum lama ini, dapat permintaan dan kirim ke pembeli dari Jawa Tengah, Sumatera, Jawa Timur. Kemarin baru saja kirim ke daerah Banyuwangi,” ucap dia seraya menyebut juga memasarkan lewat YouTube.

Ditambahkan Kang Wawan butuh spesifikasi pemeliharaan hewan ternak Domba Garut. Artinya, gak sembarangan dalam hal memberi pakan. Tetap butuh dana yang tidak kecil dan bahkan bisa memulai dengan biaya antara Rp 7,5 juta sampai Rp 10 jutaan.

Bagaimana tentang kemungkinan melakulan eksport keluar negeri, Kang Wawan menyebut masih terkendala proses pengiriminan. Sementara itu, lanjut dia, memenuhi permintaan di tingkat nasional dari berbagai daerah saja dulu.

“Karena itu, saya masih mencari pola pemasaran yang jitu, sehingga diharapkan bisa mendongkrak penjualan,” pungkas Kang Wawan yang sebelumnya dikenal sebagai seniman dijagad hiburan di Tanah Air. (Agsa)