Nihayatul Wafiroh : Vaksin Covid-19 Jangan Jadi Bumerang

Spread the love
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul “Ninik” Wafiroh.

JakCityNews (Jakarta) – Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul “Ninik” Wafiroh menegaskan uji klinis vaksin Covid-19 harus memberi kepastian aman saat disuntikkan ke tubuh masyarakat penerima vaksin. Karenanya, Komisi IX DPR meninjau PT Bio Farma untuk memastikan sekaligus meyakinkan masyarakat vaksin Covid-19 tersebut aman.


“Uji klinis vaksin harus memberi kepastian aman saat disuntikkan ke tubuh masyarakat penerima vaksin. Kita ingin melihat uji klinisnya seperti apa. Kita tidak ingin vaksin jadi bumerang ke depan. Harus ada jaminan aman atau tidak, ” kata Ninik melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Politikus Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) dari dapil Jatim III (Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan, Situbondo) ini mengatakan Komisi IX DPR melakukan kunjungan spesifik (kunspik) ke Bio Farma di Bandung, Jumát (22/1/2021) lalu. Kunspik dilakukan untuk uji klinis vaksin Corona (Covid-19) untuk meyakinkan masyarakat vaksin Covid-19 tersebut aman.

Ninik menjelaskan dalam kunspik tersebut, pihaknya juga memantau  progres produksi dan distribusi vaksin Covid-19 oleh Bio Farma setelah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Menurutnya, Komisi IX DPR tak ingin nanti ada daerah yang belum memperoleh pasokan vaksin.

Baca juga :

“Sejauh ini, distribusi vaksin sudah diterima di 34 provinsi . Tinggal distribusi provinsi ke kabupaten/kota yang harus dilakukan. Sementara efek samping vaksin sejauh ini tidak ada,” ujar  Ninik yang meraih Master di University of Hawaii at Manoa (UHM), AS, dengan predikat cum laude, pada tahun 2009 lalu.

Sebagai holding BUMN bidang farmasi yang diberi mandat, saat ini Bio Farma sedang mempoduksi vaksin dari Sinovac, China. Yang sudah siap edar sebanyak 4 juta dosis vaksin. Bio Farma sendiri telah menerima 15 juta vaksin Sinovac hingga Januari ini.

Sementara Direktur Utama PT. Bio Farma Honesti Basyir di Bandung, mengatakan vaksin Merah Putih produk dalam negeri baru bisa diproduksi secara massal tahun 2022. Vaksin antivirus corona ini diproduksi oleh PT. Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Saat ini, Bio Farma sedang memproduksi bahan baku vaksin impor dari beberapa negara. 15 juta dosis vaksin sudah tiba di Bio Farma dan 1,32 juta sudah terdistribusi ke seluruh provinsi. (Bag)