Perbaikan Ekonomi Tak Pasti, Partai Gelora Tidak Bisa Berdiam Diri

Spread the love

JakCityNews (Jakarta) – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia memprediksi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 bakal berlangsung semakin lama, dan tidak akan selesai pada tahun 2022 sesuai tahapan program pemberian vaksin. 

Sebagai respon politik dan tanggungjawab sosial, maka Partai Gelora tidak bisa berdiam diri melihat situasi sulit masyarakat dalam menghadapi krisis ekonomi saat ini. 

Melalui Bidang UMKM dan Ekonomi Keluarga (Ekkel), Partai Gelora telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan dengan memunculkan usaha ekonomi baru berbasis ekonomi keluarga. 

“Kita tidak tahu ada apakah perbaikan ekonomi setelah 2022,  karena krisiis ini akan jauh lebih panjang dari sekedar tahapan berakhirnya vaksin 2022. Apa artinya, sebagian besar masyatrakat yang kategori ekonominya menengah ke bawah dan yang akan bekerja di sektor informal akan terus menghadapi kesulitan,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (24/1/2021).

Baca juga :

Karena itu, Mahfuz mengapresiasi Bidang UMKM dan Ekkel yang dipimpin Srie Wulandari (Coach Wulan) yang sangat progresif dan bergerak lebih awal sebagai bukti  komitmen politik dan kemasyarakatan  Partai Gelora untuk tidak bisa berdiam diri melihat situasi krisis yang sedang dialami masyarakat.

“Jadi keikutsertaan dalam acara pendampingan UMKM ini punya makna strategis, tapi sekaligus menjadi pembuktian dari komitmen politik dan kenyataan sosial dan komitmeen kemasyarakatan kita (Partai Gelora, red) untuk tidak berdiam diri melihat situasi yang sedang dialami masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah memunculkan geliat usaha baru, yakni usaha ekonomi berbasis keluarga. Namun, jika mengacu pada peraturan perundang-undangan, usaha-usaha berbasis ekonomi keluarga belum diatur.

“Dalam era digital saat ini, rintisan-rintisan usaha berbasis ekonomi keluarga ini, geliat baru, fenomena baru pertumbuhan ekonomi. Ini harus mendapatkan perhatian penting, apalagai jika dikaitkan dengan pemilu mendatang,” kata Sekjen Partai Gelora ini. (Bag)