Pemberian Cuti Mengunjungi Keluarga Kepada Nito Terdakwa Kasus Pembunuhan, Tak Dibekali Ijin Dari Polres Sumenep

Spread the love

JakCityNews (Sumenep) – Pemberian Cuti Mengunjungi Keluarga (CMK)  kepada Nito terdakwa kasus pembunuhan terhadap warga talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, diduga ada main mata dengan petugas Rutan kelas IIb Sumenep.

Kuasa hukum korban mengatakan, dirinya sudah konfirmasi kepada rutan terkait rencana Nito yang mau ambil CMK karena ada kepentingan penguburan anaknya yang meninggal.

“Komunikasi yang dilakukan kuasa hukum korban dengan rutan,  tidak ada pengeluaran dikarenakan situasi.  Namun faktanya tadi pagi saya dapat informasi bahwa Nito diijinkan untuk ambil CMK, ” jelas Supyadi, Minggu (07-02-2021).

Menurut Supyadi ,surat ijin tersebut belum lengkap, itu dibuktikan dengan tidak dikeluarkannya ijin  dari Polres Sumenep karena masih dalam tahap pengkajian. Awak media juga  mengkomfirmasi perihal surat tersebut, kasat Intel Polres Sumenep mengatakan tidak mengeluarkan ijin tersebut.

“Anehnya,  kenapa rutan bersiap-siap dengan mobilnya se akan-akan mau membawa tersangka ke kampung halamannya, ” tanya Supyadi terheran-heran.

Supyadi menilai,  ini diduga ada permainan antara tersangka dengan pihak Rutan Sumenep.  Rutan hanya membawa surat tugas tanpa dilengkapi ijin dari polres Sumenep.

“Saya duga ini ada permainan, karena dari polres sendiri kajiannya belum selesai, kok rutan sudah mengeluarkan surat tugas dan faktanya polres sendiri tidak mengabulkan ijin tersebut, ” pungkasnya.

Baca juga :

Sementara itu,  Kepala Rutan kelas IIb Sumenep Viverdi Anggoro mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi hak narapidana antara  lain, pertama dia menikahkan anak perempuannya, kedua membagi waris dan ketiga ada keluarga batih yang meninggal.

“Saya berani ambil sikap secara legal standing karena memang ada hak narapidana seperti itu, ” jelas Viverdi Anggoro.

Ditanya terkait persoalan Nito, Viverdi menawarkan opsi lain dengan cara virtual dengan pihak keluarga tersangka.

“Sementara ini kami gagalkan dulu, kami akan tawarkan secara virtual kepada pihak keluarga, ” pungkasnya.

Perlu diketahui,  Nito adalah terpidana kasus penembakan yang berujung kematian korban Ibnu hajar warga Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Sumenep, dan tersangka divonis hukuman 15 tahun penjara. (Tim/Teguh)