Jemaah Haji 2021, Pemerintah Diminta Lobi Intensif Kerajaan Saudi Arabia

Spread the love
Ilustrasi

JakCityNews (Jakarta) – Pemerintah Indonesia diminta melakukan lobi secara intensif dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait pengiriman jemaah haji di tahun 2021 dengan memanfaatkan peluang syarat vaksinasi Covid-19. 

Langkah lobi tersebut dilakukan seiring kebijakan kerajaan Saudi Arabia untuk mewajibkan bagi jemaah haji tahun 2021 melakukan vaksinasi Covid-19 apabila hendak datang dan melaksanakan ibadah haji. 

“Pemerintah Indonesia harus pro aktif meyakinkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar dibuka prospek pengiriman bagi jemaah haji Indonesia, dengan jaminan, seluruh jemaah telah dilakukan vaksinasi Covid-19 dan bersedia melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, ” kata Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Seperti di tahun 2020, Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia membatasi hanya 1000 jemaah haji, dengan kriteria tertentu yang bisa melaksanakan ibadah haji demi mencegah persebaran Covid-19. Indonesia termasuk yang tidak dapat memberangkatkan jemaah haji di tahun 2020 akibat kebijakan pembatasan tersebut. 

Baca juga :

Kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qournas, di awal Januari 2021 lalu, meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar memprioritaskan bagi jemaah haji tahun 2021 mendapatkan vaksinasi Covid-19. Jumlah jemaah haji Indonesia sendiri jika kuota normal sekitar 257.540 orang. Sylviana Murni menambahkan lobi pemerintah diperlukan, agar didapatkan kepastian persiapan penyelenggaraan jemaah haji oleh para pemangku kepentingan apabila disetujui pengiriman jemaah haji Indonesia oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi

Menurut Sylviana, Pemerintah melalui Menteri Agama harus serius memanfaatkan peluang ini dengan segera melakukan persiapan persiapan yang diperlukan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Keseriusan pemerintah akan menghilangkan kegamangan masyarakat terhadap kepastian ada atau tidaknya pengiriman jamaah haji Indonesia tahun ini. 

“Jangan sampai hal ini menjadi polemik dan pemerintah terlambat menyikapinya mengingat waktu ibadah haji sudah sangat dekat, tinggal empat bulan lagi, ” ujar Sylviana murni. (Bag)