Unhan Gelar Wisuda Bagi 426 Mahasiswa S2 dan S3

Spread the love
Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) mewisuda 432 mahasiswa program Magister dan Doktoral

JakCityNews (Bogor) – Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian, mewisuda 432  mahasiswa program Magister dan Doktoral melalui daring dan luring di Aula Merah Putih, Kampus Unhan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021).

Wisuda digelar bersamaan dengan jalannya Sidang Senat Terbuka Wisuda S2 dan S3 serta Dies Natalis ke-12 Unhan RI dihadiri secara virtual oleh Menhan RI Prabowo Subianto yang diwakil oleh Wamenhan RI Letjen TNI Muhammad Herindra.

Amarulla Octavian yang memimpin jalannya wisuda mengatakan wisuda kali ini tergolong istimewa. Pasalnya,  untuk kalipertama tahun 2021 ini Unhan RI berhasil menyelesaikan Program Doktoral dengan 6 alumni dari Angkatan CO-1 penerimaan tahun 2018.

Amarulla mengungkapkan  total wisudawan dan wisudawati tahun ini dari Program Magister sebanyak 426 mahasiswa. Rinciannya 230 mahasiswa dari Fakultas Strategi Pertahanan,  Fakultas Manajemen Pertahanan (68), Fakultas Keamanan Nasional (86) dan 42 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertahanan.

“Total seluruhnya adalah 432 wisudawan dan wisudawati dengan rincian dari TNI AD sebanyak 112, TNI AL 65, TNI AU 42, Polri 11, PNS 16 dan Umum 186 mahasiswa, ” katanya.

Baca juga :

Tampil sebagai alumni terbaik adalah Cantika Setya Permatasari dari Prodi Ketahanan Energi, Fakultas Manajemen Pertahanan dengan IPK 3,96. 

Sementara Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D yang mewakili Mendikbud, mengatakan Indonesia memiliki sistem pendidikan tinggi yang kompleks, sehingga berpotensi terjadinya disparitas kualitas yang lebar baik antar program studi maupun antar perguruan tinggi.

“Hingga saat ini, terdapat lebih dari 3200 perguruan tinggi dengan 22.000 program studi, yang menampung lebih dari 6,2 juta mahasiswa, dan 300 ribu dosen, ” ujarnya secara virtual.

Menurut Junaidi, tantangan besar yang dihadapi dalam pembangunan SDM di Indonesia adalah bagaimana menggunakan bonus demografi penduduk Indonesia untuk menjadi tenaga produktif. (Bag)