Brian Lawitan Berhasil Rebut Gelar Nasional Interim Bantamweight One Pride MMA

Spread the love
Brian Lawitan (celana merah) dinyatakan memang mutlak dalam pertarungan 5 ronde yang kompetitif.

JakCityNews (Jakarta) – One Pride MMA kembali dengan One Pride Fight Night 44  bertajuk Battle of Pride. Fight Night 44 menyajikan 4 pertarungan penuh aksi pada Sabtu malam, (28/3/ 2021).

Partai utama, Brian Lawitan mengungguli Alfiandi setelah memang  mutlak dalam pertarungan  5 ronde yang kompetitif. Ronde pertama  Alfiandi mendaratkan pukulan telak ke Brian.  Brian  dengan cepat mengantisipasi  mengubah strategi dan membawa pertarungan ke bawah untuk  menahan petarung asal Solo ini.

Pada ronde berikutnya, Brian menggunakan kecepatannya untuk mengungguli Alfiandi di striking.  Pada ronde ke-4,  Alfiandi berhasil melakukan counter takedown dan mendominasi di posisi ground dengan ground and pound.

Di Ronde ke-5,  Brian,  petarung asal Sulawesi Utara ini berhasil menyarangkan spinning back kick hingga menjatuhkan Alfiandi. Hanya saja, ketika wasit hampir menghentikan pertandingan, Alfiandi berhasil bangkit dan kembali memberikan perlawanan sampai bel berbunyi. Dari pertarungan itu,    Dewan Juri memberikan kemenangan angka mutlak dan sabuk interim kelas bantamweight One Pride MMA kepada Brian Lawitan.

“Pertandingannya memang panjang, yaitu  5 ronde kali 5 menit.  Tapi  saya berhasil mendapatkan sabuk karena persiapan. Saya ingin kedepannya mendapatkan sabuk juara Bantamweight, tapi kita tunggu dulu Bang Gugun Gusman sembuh, dan saya tunggu untuk bermain,” kata Brian Lawitan.

OnePride MMA FN 44 hadir dengan mempertandingkan sabuk Interim kelas Bantamweight antara Brian Lawitan dan Alfian. Hal ini karena Gugun Gusman sebagai pemegang sabuk juara kelas Bantamweight sedang dalam kondisi cedera sehingga tidak dapat melakukan pertarungan.

“Memang Gugun sedang dalam kondisi sakit dan hal ini bisa diterima, sehingga kami menghadirkan pertandingan sabuk interim. Tapi bisa kita lihat tadi pertandingan yang luar biasa, juga penuh aksi selama 25 menit. Saya rasa cocok Brian akan bertemu dengan Gugun,” Kata Ketua Umum KOBI, Ardiansyah Bakrie.

Pada partai Reza Arianto melawan Zainal Abidin Bahri,  ternyata Reza Arianto  hanya perlu waktu 1 menit lebih untuk menaklukkan Zainal Abidin Bahri dengan Rear Naked Choke. Sejak bel pembuka, petarung Yusshika ini dengan cepat membawa pertarungan ke bawah tanpa banyak perlawanan. Dari situ, Reza segera masuk ke posisi backmount dan menghentikan Zainal Abidin dengan Rear Naked Choke di ronde pertama.

Baca juga :

Partai perbaikan peringkat kelas featherweight, Dedi Kurniawan menghentikan Sopian dengan Rear Naked Choke di Ronde ketiga dan memberikan kekalahan pertama Sopian di ajang MMA professional. Sopian membuka pertarungan dengan dominasi di ronde pertama dari posisi ground  dengan  beberapa percobaan kuncian. Di ronde kedua, Dedi Kurniawan beralih taktik dengan lutut dari clinch, namun justru mendapatkan 2 kartu kuning dari 2 serangan lutut yang mendarat di selangkangan. Dengan angka yang sudah tertinggal jauh, Dedi langsung membuka ronde ketiga dengan takedown dan mengejar posisi backmount, di mana ia berhasil mengakhiri perlawanan Sopian dengan Rear Naked Choke di ronde ketiga.

Di partai pembuka di kelas atomweight, Ucu Rohendi berhasil mengungguli Syarjan Sadik dengan kemenangan angka mutlak. Petarung sasana Iron Sheep Garut ini sempat dibuat keawalahan oleh serangan bertubi-tubi dari Syarjan Sadik di ronde pembuka. Namun, Ucu berhasil mengembangkan permainannya di ronde kedua dan ketiga, terutama di aspek ground fight, bahkan beberapa kali hampir menyelesaikan pertandingan dengan submission. Dengan kemenangan ini, maka Ucu Rohendi memperbaiki rekor MMA profesionalnya menjadi 4-1.

One Pride MMA adalah promotor MMA terbesar di Indonesia menghadirkan lebih dari 400 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia. Untuk berita terbaru terkait One Pride MMA, silakan kunjungi www.onepride.net, ikuti kami di Twitter @OnePrideTVOne, Instagram, Youtube, dan FB di @OnePrideIMMA. (*/Gtt)