Dukungan Tokoh Kepada BPOM, SBN : Selesaikan Secara Keilmuan

Spread the love
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin.

JakCityNews (Jakarta) – Sebanyak 46 orang tokoh dari berbagai latar belakang akan menyampaikan dukungan terhadap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kontroversi vaksin Nusantara, Sabtu (17/4/2021). 

BPOM tidak memberikan izin atau Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) fase kedua kepada vaksin Nusantara tetapi uji klinik itu tetap dilanjutkan pihak tim peneliti vaksin tersebut. 

Menurut Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin melalui keterangan resminya Sabtu (17/04/2021), permasalahan utama atas polemik antara vaksin Nusantara dan BPOM adalah perbedaan sudut pandang secara ilmiah. 

“Jadi dukungan dari pihak luar kepada BPOM juga tidak ada urgensinya. Bahkan seolah lebih kepada nuansa politis dalam membangun opini di ruang publik, ” ujar Sultan B Najamudin.

Justru saat ini kata Sultan, seharusnya yang dibutuhkan adalah dukungan para scientist agar kemudian ada diskusi argumentatif yang bisa dipertanggung jawabkan secara keilmuan. Bahkan ia meminta pemerintah memberikan fasilitas riset secara maksimal untuk mengkaji lebih jauh dan secara presisi dalam pengembangannya.

Ditegaskan Sultan, kondisi terhadap polemik ini menunjukkan tentang lemahnya bangsa Indonesia terhadap pemahaman dan apresiasi terhadap ilmu pengetahuan, pengembangan, serta metode ilmiah yang dipelopori oleh anak bangsa.

Baca juga :

“Kita bisa membandingkan pengeluaran R&D Indonesia sebagai persentase dari GDP dilaporkan sebesar 0,226 persen pada tahun 2018. Sedangkan pengeluaran R&D dari salah satu negara tetangga kita Malaysia mencapai 1,44 persen dari GDP mereka. Data ini menunjukkan kita masih sangat lemah dalam hal meningkatkan kemampuan ilmiah kita, ” ujarnya.

Walaupun sebuah kebijakan adalah produk politik, namun pandemi Covid-19 harus tetap dilawan dengan kekuatan ilmu pengetahuan.  Jadi mengenai vaksin Nusantara, lanjut Sultan, adalah tentang bagaimana sikap dukungan semua pihak terhadap bentuk sebuah penelitian yang diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kehidupan manusia.

Vaksin Nusantara, diklaim eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai gagasan anak bangsa merupakan vaksin dengan metode sel dendritik autolog yang dipaparkan dengan antigen protein S dari Covid-19. (Bag)