Menjelang Idulfitri 1442 Hijriah, Pemerintah Terus Menjaga Antara Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Spread the love
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto

JakCityNews (Jakarta) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)  Airlangga Hartarto mengatakan,  pemerintah terus menjaga keseimbangan antara upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), termasuk di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1442 Hijriah.

“Dalam upaya pengendalian COVID-19 jelang Idulfitri, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan masyakakat baik untuk mudik maupun bepergian. Juga dilakukan pengetatan persyaratan perjalanan, termasuk keharusan melakukan tes COVID-19, baik dengan PCR test, swab antigen, maupun Genose test,” kata Airlangga.

Untuk pengungkit ekonomi dan daya beli masyarakat, dilakukan melalui pemberian Tunjangan Hari Rayat (THR) baik untuk pekerja/buruh maupun Aparatur Sipil Negara, prajurit TNI, dan anggota Polri.

“THR untuk pekerja sudah ada Surat Edaran  (SE) Menaker, dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7. Kemudian [THR] untuk ASN dan prajurit TNI-Polri, ini juga difinalisasi oleh Ibu Menteri Keuangan dan dibayarkan H-10,” ujar Airlangga yang juga Ketua KPCPEN itu.

Pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran program perlindungan sosial (perlinsos) dan Kartu Sembako.

“Terkait program perlindungan sosial dan sembako, ini juga terus dilakukan (percepatan).  Mei dan Juni akan dibayarkan di awal bulan Mei. Kemudian bantuan sosial berupa beras, ini sedang dalam pematangan, 10 kilogram dengan sasaran peserta Kartu Sembako non PKH (Program Keluarga Harapan),” papar Airlangga.

Baca juga :

Ditambahkan Ketua KPCPEN, juga diadakan Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadhan yang akan dilaksanakan selama 5 hari menjelang Idulfitri (H-10 sampai H-6).

“Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” ujarnya.

Airlangga juga memaparkan bahwa pada bulan April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam.

“Dari hasil monitor data big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di bulan April, mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted,” ungkapnya.

Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industry juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.

“Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” ujar Airlangga. (Alvim)