Ketua DPD RI : Persoalan Stunting di Kendal Harus Diatasi Serius

Spread the love
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

JakCityNews (Surabaya) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, prihatin dengan puluhan balita yang mengalami gizi buruk di Desa Johorejo, Kecamatan Gemuh, Kendal, Jawa Tengah. LaNyalla meminta permasalahan ini diatasi secara serius.

Bagi Senator asal Jawa Timur itu, kondisi ini sangat ironis. Apalagi, pemerintah tengah serius memberi perhatian terhadap kesehatan remaja dan anak-anak.

“Selama ini pemerintah sangat concern dan penuh perhatian terhadap masalah stunting pada anak-anak. Tentu saja menjadi sebuah ironi jika masih ditemukan adanya kasus balita dengan gizi buruk, apalagi keberadaannya di Pulau Jawa,” ujar LaNyala dalam keterangannya, Rabu (21/4/2021).

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu meminta kepada pemerintah setempat untuk memberikan penanganan yang baik terhadap puluhan balita yang terkena stunting.

“Segera ditangani dengan baik agar pulih, kemudian perlu melakukan langkah antisipasi agar tidak bertambah atau semakin meluas temuan ini,” ucapnya. 

Bagi LaNyalla, masalah stunting merupakan ancaman serius bagi tumbuh kembang anak. Karena itu dia meminta kementerian, pemerintah daerah dan lembaga terkait bersinergi mengatasinya.

“Masalah kurang gizi pada balita jangan dianggap masalah kecil, karena akan berdampak secara jangka panjang pada tumbuh kembang dan intelektual si anak. Harus diantisipasi permasalahan ini demi generasi kita ke depannya,” lanjut mantan Ketua Umum PSSI itu.   

Baca juga :

LaNyalla meminta kepada penyuluh lapangan agar terus mengkampanyekan mengenai kecukupan gizi bagi ibu menyusui, konsumsi sayuran, buah dan ikan sehingga bisa memberi ASI yang baik dan cukup.

“Faktor ekonomi terkadang menjadi kendala mereka. Padahal banyak langkah yang bisa dilakukan untuk memenuhi bahan makanan bergizi bagi keluarga,” kata alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Salah satu caranya, menurut LaNyalla masyarakat di desa bisa memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai sayuran yang bisa menopang kebutuhan harian. Langkah tersebut sangat murah, namun memberi manfaat besar.

“Atau pemerintah desa bisa didorong untuk mengalokasikan dana bagi pemenuhan gizi ibu dan balita. Dana ini berasal dari dana desa yang didistribusikan ke posyandu di tiap-tiap dusun atau RT-RW,” ujarnya. (Bag)