Belum Diketahui, Kapan Presiden Jokowi Melakukan Reshuffle kabinet

Spread the love
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JakCityNews (Jakarta) – Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman  mengaku tidak tahu kapan Presiden Joko Widodo (Jokowi),  akan melakukan reshuffle kabinet. Setelah DPR menyetujui pembentukan Kementerian Investasi dan penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek. Hal tersebut diungkapkan   kepada Wartawan di  Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

“Pada Selasa lalu saya bertemu presiden. sama sekali tidak ada bicara reshuffle,” jelas Fadjroel.

Untuk diketahui kabar akan adanya reshuffle kabinet itu dilontarkan,  Ali Muchtar Ngabalin,  tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP).   

Wacana reshuffle menguat pasca-rencana peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), serta dibentuknya Kementerian Investasi.

“Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang, pekan-pekan ini,” kata Ngabalin.

Lebih lanjut Fadjroel mengatakan hingga saat ini dirinya  belum mengetahui kapan reshuffle kabinet akan dilakukan Presiden Jokowo. 

Baca juga :

“Mengenai kapan, siapa, dan kemudian berapa banyak yang akan terjadi perubahan, cuma presiden dan Allah SWT yang tahu, jadi harap bersabar,” jelasnya.

Mengenai adanya kabar Presiden bertemu dengan sejumlah tokoh menjelang isu reshuffle, Fadjroel menyatakan pertemuan semacam itu biasanya bersifat internal dan tidak melibatkan jubir, sehingga kebenarannya hanya bisa dikonfirmasi kepada para tokoh yang disebut-sebut bertemu Presiden.

Menurutnya,  pemerintah telah mengirim permintaan persetujuan kepada DPR tentang pembentukan Kementerian Investasi dan pengubahan kementerian dalam bentuk penyatuan Kemendikbud dan Kemenristek.

Dia mengatakan, presiden sudah menunjukkan kepemimpinannya, di mana setiap perubahan yang dilakukan adalah untuk efektivitas dan efisiensi serta adaptasi terhadap perubahan keadaan.

“Karena itu yang terpenting beliau tetap mempertahankan visi Indonesia maju dan visi Indonesia sentris serta target pertumbuhan ekonomi 5 sampai 7 persen,” jelasnya. (Alvim)