Indriyanto Seno Adji Dilantik, SBN Harap KPK Mampu Berbenah

Spread the love

JakCityNews (Jakarta) – Indriyanto Seno Adji resmi menggantikan Artidjo Alkostar sebagai Anggota Dewan Pengawas KPK setelah dilantik dan mengucapkan pakta integritas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/4/2021).

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin melalui keterangan resminya Kamis (28/04/2021) menilai Indriyanto memiliki rekam jejak yang baik dalam penguasaan ilmu pidana. 

“Kita semua berharap dewan pengawas KPK dapat menjawab tantangan publik terhadap kredibilitas KPK saat ini, ” ujarnya.

Senator muda asal Bengkulu tersebut juga menyampaikan kehadiran struktur dewan pengawas di tubuh KPK harus mampu menjawab banyak tantangan. Salah satunya ketidak percayaan publik yang tinggi terhadap hadirnya Dewas itu sendiri.

“Dewas dalam institusi KPK harus bersifat memperkuat agenda-agenda lembaga anti rasuah tersebut dalam pemberantasan korupsi. Dewas tidak boleh justru menjadi faktor penghambat dan halangan KPK dalam menjalankan fungsi dan wewenangnya”, tegas Sultan.

Selain itu, Sultan juga berharap bahwa dewan pengawas bersama seluruh institusi KPK yang ada harus mampu mengembalikan tingkat kepercayaan publik, khususnya dampak dari kasus suap yang melibatkan penyidik internal KPK.

Baca juga :

“Apa yang terjadi menunjukkan bahwa KPK juga lembaga yang bisa di audit dan di evaluasi. Dan menunjukkan bahwa KPK bukan lembaga yang tidak pernah berbuat salah serta memiliki potensi penyimpangan. 

Makanya revisi UU KPK merubah imunitas dan Superbody yang dimilikinya agar kinerja KPK dapat lebih independen dan diawasi banyak pihak, termasuk publik sendiri”, tambah Sultan.

Jadi, lanjut Sultan, pihaknya berharap revisi UU KPK yang baru dapat membatasi ruang gerak KPK dari berbagai macam kepentingan politik. Ada proses check and balanced yang terjadi di bawah kepemimpinan Firly Bahuri dengan bersama-sama seluruh dewan, pengawas akan semakin baik dalam membawa tujuan institusi KPK memberantas korupsi.

“Kita berharap KPK sekarang berbeda dengan KPK sebelumnya dari segi pengawasan, ketelitian, rasa bertanggung jawab terhadap hukum acara yang sesuai KUHAP dan selalu bekerja berbasis audit serta barang bukti awal”, tutupnya. (Bag)