Aktifis KSB Syamsuri SH Minta Penyidik Polres Sumenep Mengkoreksi Pasal Pelaku Pembunuh Selfie Nur Indah Sari

Spread the love
Aktifis Komunitas Sumekar Bersatu (KSB) Syamsuri SH. (ist)

JakCityNews (Sumenep) – Aktifis Komunitas Sumekar Bersatu (KSB) Syamsuri SH meminta penyidik Polres Sumenep agar mengkoreksi dugaan pasal bagi pelaku pembunuh bocah 4 tahun, Selfie Nur Indah Sari.

Pelaku pembunuhan berinisial SL (30) warga Desa Tambak Agung Ares, Ambunten, dijerat Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

“Ditinjau dari penerapan pasal pada perlindungan anak dapat diterima. Hanya saja, perlu ada penambahan pasal lain yang berkaitan dengan kasus itu,” kata Syamsuri Jumat (30/4/2021).

Menurut Alumni Sukorejo ini, perlu adanya peninjauan ulang terhadap kasus pembunuhan bocah 4 tahun, Selfie Nur Indah Sari.

“Itu bisa jadi pembunuhan berencana atau lainnya,” ujarnya.

Soal motif, kata dia, perlu ditelusuri dan ditelaah kembali.

“Jika berbicara pembunuhan, pasti ada beberapa motif. Apakah berencana atau hanya spontanitas saja,” terangnya.

Baca juga :

Jika hanya mengacu pada pembunuhan secara umum, barang siapa yang sengaja menghilangkan nyawa seseorang hukumannya 15 tahun penjara. Tetapi, kata dia, hal itu juga mengacu pada pasal 340 KHUP dan pasal 339 KUHP.

“Ada pasal runtutan atau pidana lain yang berlaku dengan motif pembunuhan bocah itu. Yang jelas, itu berawal dari perhiasan korban yang dijual, kemudian disekap dan dibuang ke sumur. Itu perlu juga dikaji rentetannya,” ujarnya. 

Kasus dan penerapan pasalnya perlu dikaji dengan matang. Maka, dugaan pembunuhan itu akan diketahui secara pasti, apakah termasuk pembunuhan berencana atau bukan. Penerapan pasal juga dapat disesuaikan dengan perlakuan tersangka.

Seperti diketahui, Selfie Nur Indah Sari ditemukan meninggal dunia dalam sumur mati, Dusun Pandan, Desa Ambunten Tengah, Sumenep, sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (21/4/2021). Korban hilang sejak pukul 11.00 WIB, Minggu (18/4/2021).

Penyidik menetapkan SL sebagai tersangka sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis, 29 April 2021 pasca melalui proses penyelidikan.

Atas kasus tersebut, penyidik Polres Sumenep, menerapkan Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. KSB juga akan menyurati komnas HAM dan komnas perlindungan anak supaya kasus ini di pantau dan berjalan dengan se adil-adilnya. (Tgh)