Hadapi Persoalan Kemanusiaan Kontemporer, Pelu Kerja Sama dan Partisipasi Aktif Seluruh Elemen Masyarakat

Spread the love
Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin.

JakCityNews (Jakarta) – Saat ini dunia sudah semakin maju terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Namun dalam kehidupan sehari-hari, masih kerap ditemukan persoalan-persoalan kemanusiaan yang cukup serius seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), kemiskinan, kekerasan, wabah penyakit, dan bencana lingkungan.

Oleh karena itu, untuk dapat menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat sesuai dengan kapasistas dan kemampuan sosialnya.

“Segenap pejabat publik dan seluruh elemen masyarakat harus turut berkontribusi sesuai kapasitasnya, baik sebagai individu, komunitas, lembaga legislatif, yudikatif, penegak hukum, pelaku usaha maupun kalangan akademisi dan pendidikan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada acara Seminar Internasional tentang Alquran dalam rangka Milad ke-50 Tahun Institut Perguruan Tinggi ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres,  Jakarta, Selasa (1/6/2021).

Baca juga :

Pada kesempatan tersebut, Wapres  memaparkan beberapa permasalahan kontemporer yang dihadapi pada kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan,  seluruh persoalan yang dihadapi telah ada pedoman dan solusinya di dalam Alquran.

Sebagai contoh, lanjut Wapres, di bidang kesehatan dimana Alquran telah menjelaskan bahwa akan muncul wabah penyakit yang menimpa suatu kaum yang apabila ditarik pada konteks saat ini adalah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dalam Alquran disebutkan, walaupun kesembuhan datangnya dari Allah, namun manusia tetap diwajibkan untuk berusaha.

“Alquran telah menginformasikan munculnya wabah penyakit yang menimpa kaum terdahulu, dan menyatakan,  wabah itu merupakan musibah atau ujian dari Allah untuk umat manusia. Tetapi manusia juga harus berusaha untuk menghindarinya melalui pembatasan pergerakan manusia seperti kebijakan lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pengambilan jarak fisik (physical distancing),” tutur Wapres. (Alvim)