Ketum Gelora Ingin Indonesia Miliki Kekuatan Militer Lima Besar Dunia

Spread the love

JakCityNews (Jakarta) – Indonesia harus menjadi kekuatan lima besar dunia, sejajar dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China. Artinya, secara militer kekuatan militer Indonesia juga harus lima besar dunia.  

Menurut Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta, menjadikan kekuatan lima besar dunia menjadi agenda strategis Partai Gelora sebagai bentuk partispasi dalam politik. 

“Agenda tersebut, adalah salah satu pilar dari dari cita-cita menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia, selain ilmu pengetahuan, ekonomi dan juga militer,” kata Anis Matta dalam Gelora Talk bertema ‘Reformasi Sistem Pertahanan Nasional dan Urgensi Modernisasi Alutsista TNI’ di Gelora Media Centre, Jakarta, Rabu (2/5/2021).

Namun, untuk mewujudkan agenda tersebut, Anis menegaskan dibutuhkan roadmap dan reformasi sistem pertahanan, serta  modernisasi alutsista. Reformasi pertahanan nasional harus segera dilakukan karena ada perubahan landscape global akibat pandemi COVID-19.

Karena itu, Anis Matta, meminta asumsi-asumsi dasar mengenai sistem pertahanan nasional saat ini, harus dilakukan perubahan secara fundamental, terutama menyangkut isu konflik global dan perang masa depan. 

“Asumsi-asumsi yang kita percaya selama ini, harus kita pertanyakan kembali. Isu alutsista yang sedang mencuat menjadi entry point bagi Partai Gelora untuk memulai pembicaraan yang lebih strategis,” lanjutnya. 

Baca juga :

Ketua Komisi I DPR 2010-2016 Mahfuz Sidik mengatakan, angaran Rencana Strategis (Renstra) pertahanan Indonesia sebesar Rpp 1.760 triliun untuk periode 2020-2044 yang dipercepat ke 2024 dinilai masih sulit untuk mendongkrak kapabilitas sistem pertahanan. 

Kekuatan militer suatu negara, lanjut Mahfuz, juga harus ditopang dengan kekuatan industri pertahanan yang memproduksi alat pertahanan sendiri di dalam negeri. 

“Artinya, belanja pertahanan juga dibelanjakan di dalam negeri dengan memproduksi alat-alat pertahanan seperti negara maju, Amerika dan Prancis yang berada di lima besar kekuatan pertahanan dunia,” kata Mahfuz, Sekjen Partai gelora Indonesia ini. 

Dalam kesemapatan sama, Pengamat pertahanan Dr. Connie Rahakundini Bakrie justru mempertanyakan besaran anggaran pertahanan yang dipercepat di 2024.  Sebab, anggaran Alpahankam sebesar 1.760 triliun tersebut, dinilai terlalu besar tanpa adanya penjelasan. 

“Pertanyaan saya, anggaran sebesar ini dalam tiga tahun, kita mau beli apa dan kenapa mesti habis di 2024. Yang sudah di-clearkan dan dijelaskan Menteri Bappenas adalah dana sebesar 20 miliar dolar AS. Selisih 104 miliar itu harus dijelaskan oleh Kementerian Pertahanan,” kata Connie. (Bag)