Wakil Ketua DPD RI Soroti Ketimpangan Antarindividu Pembangunan Indonesia

Spread the love

JakCityNews (Manokwari) – Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyoroti tingginya ketimpangan antarindividu dalam pembangunan Indonesia. Utamanya, ketimpangan antarwilayah yakni Kawasan Barat Indonesia atau KBI dan Kawasan Timur Indonesia atau KTI.

Hingga saat ini, selain ketimpangan antar individu, pembangunan Indonesia masih dihadapkan pada ketimpangan antarwilayah, baik antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI), antara daerah tertinggal dan daerah maju. 
Menurut Nono, kontribusi ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 80,5 persen berasal dari KBI khususnya Pulau Jawa dan Sumatera. 

“Sedangkan Kawasan Timur Indonesia hingga saat ini masih belum berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, ” ujar Nono Sampono menghadiri pembukaan acara Musyawarah Besar I Suku Byak. Acara tersebut dilaksanakan di Mansinam Beach Hotel, Manokwari, Papua Barat, Jumat (11/06/2021).

Karenanya lanjut LaNyalla, pemerintah harus dapat menjembatani ketimpangan ekonomi dan sosial serta mampu mengurangi kemiskinan. Tak hanya itu, percepatan pembangunan di wilayah-wilayah terdepan, terluar dan tertinggal yang disesuaikan dengan karakteristik kewilayahan di Indonesia juga harus tetap dilanjutkan.

“Saat ini enam provinsi wilayah kepulauan berjuang untuk mendapatkan sebuah undang-undang, sehingga dari sana akan diperoleh hak-hak untuk mengelola sumber daya alam yang sesuai,” ujar Nono Sampono.

Baca juga :

Mantan Kabasarnas ini juga menambahkan bahwa DPD RI melihat permasalahan ini, dan berjuang agar RUU Daerah Kepulauan dapat segera di sahkan supaya bisa mengimbangi otonomi khusus yang sudah diberikan ke Papua.

Menurutnya, perlu ada perubahan paradigma pembangunan nasional atas azas kesetaraan dan keadilan, yaitu pertama, keberpihakan pada kawasan timur indonesia, Kedua, perubahan politik anggaran yang tadinya berbasis pada jumlah manusia harus diarahkan kewilayahan, 

Ketiga, harus dibangun industri dam simpul-simpul ekonomi serta infrastruktur di kawasan timur khususnya di papua dan daerah-daerah kepulauan, Keempat, perlu adanya keseimbangan keterwakilan kawasan timur Indonesia mengisi jabatan strategis di pusat.

Untuk itu, penguatan konektivitas antar dan intra pulau perlu dilakukan dengan memperhatikan sebaran simpul-simpul pertumbuhan ekonomi yang spesifik disertai keterkaitan dengan daerah-daerah di sekitarnya (termasuk daerah terluar, tertinggal, dan terdepan) guna menciptakan pemerataan ekonomi antarwilayah. (Bag)