Eksperimen De Boer, Antar Belanda ke Babak 16 Besar

Spread the love
Pelatih Timnas Belanda, Frank de Boer.

JakCityNews (Eropa) – Pelatih Timnas Belanda, Frank de Boer kembali melakukan eksperimen dengan mengubah kembali skema permainan tim dari negeri Kincir Angin tersebut. Skema 3-4-3 yang kali ini ia terapkan sukses mengantar tim Oranye, julukan Belanda ke babak 16 besar Piala Eropa 2020.

Hal itu terjadi setelah tim besutan Frank de Boer itu sukses menekuk Austria 2-0 dalam lanjutan fase Grup C di Johan Cruijff Arena, Jumat (18/6/21) dini hari WIB. De Boer semula melakukan eksperimen dengan skema 5-3-2 di laga perdana, melawan Ukraina. Namun entah karena derasnya kritikan atau kembalinya Matthijs De Ligt pasca pulih dari cedera, De Boer kembali bereksperimen dengan mengubah skema permainan tim Oranye dari 5-3-2 menjadi 3-4-3.

De Boer mengaku usahanya untuk bereksperimen akan selalu ia lakukan, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tim di setiap pertandingan.

“Anda tidak akan berkembang di dalam sebuah turnamen, jika tidak ada perasaan bahwa Anda harus bermain bersama sebagai sebuah tim dan persatuan. Tentu Anda juga harus punya sistem yang akan Anda mainkan di setiap pertandingan,” kata De Boer seperti dikutip laman resmi UEFA, usai laga.

Hasilnya, Belanda berhasil meraih kemenangan meyakinkan, dua gol tanpa balas. Dua gol penentu kemenangan tim Oranye dicetak Memphis Depay dari titik putih (11′) dan Dunzel Dumfries (67′).

Baca juga :

“Sekarang orang-orang berpikir bagaimana kami akan berkembang dan tumbuh dalam sebuah turnamen. Tapi yang terpenting, kita harus memiliki persatuan ini selama sisa turnamen,” jelas De Boer yang bakal tetap melakukan perubahan saat melawan Makedonia Utara.

Meski tersisa satu laga melawan Makedonia Utara, Belgia sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar, berkat tambahan tiga angka kontra Austria. Maklum, Belanda sudah tidak mungkin digusur sebagai pimpinan Grup C. Dengan enam poin, Belanda unggul tiga angka dari Ukraina dan Austria di urutan kedua dan ketiga. Sedangkan Makedonia Utara yang kalah 1-2 dari Ukraina pada laga sebelumnya, harus puas menjadi juru kunci, tanpa angka.

Sementara itu, pelatih timnas Austria Franco Foda mengungkapkan faktor terbesar kekalahan tim asuhannya dari Belanda karena terlalu sering mengundang tim Oranye untuk menyerang. Ia pun bertekad bakal memperbaiki hal tersebut saat menghadapi Ukraina pada laga pamungkas. Laga itu akan menentukan nasib kedua tim untuk mendampingi Belanda ke babak 16 besar.

“Kami masih punya satu laga lagi. Itu akan menjadi laga yang penting bagi kami,” ungkap Foda. (nuj)