LaNyalla Singgung Amandemen Kelima Konstitusi dan Aspal Buton

Spread the love
Ketua DPD RI Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

JakCityNews (Baubau) – Ketua DPD RI Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, kembali menyinggung mengenai wacana amandemen kelima konstitusi.  Menurutnya menjadi DPD seperti halnya DPR dipilih langsung oleh rakyat. Yang jadi pertanyaan kemudian, sama-sama dipilih oleh rakyat namun ada  perbedaan wewenang.

“Makanya DPD sedang menuntut agar disamakan haknya. Karena sebenarnya yang dipilih rakyat dan  mewakili rakyat adalah DPD. Sementara DPR adalah representasi parpol. Namun pada perjalanannya, kenapa hanya parpol yang punya hak calonkan presiden,” jelas LaNyalla mengunjungi kantor Buton Pos di Jl Sipanjonga, Kota Baubau, Sulawesi Temggara, Jumat (18/6/2021).

Sebelum amandemen pertama hingga keempat UUD NRI 1945, MPR terdiri dari DPR, utusan golongan dan utusan daerah. Setelah amandemen DPR masih ada, utusan golongan dihilangkan dan utusan daerah menjelma menjadi DPD.

“Setelah amandemen kenapa hanya DPR yang merupakan representasi parpol saja yang bisa calonkan Presiden. Sementara hak DPD yang merupakan utusan daerah hilang,” ujarnya.

Karena itu LaNyalla secara tegas menyatakan seharusnya kalau Indonesia ingin makmur, jangan setengah-setengah dalam menjalankan konstitusi. 

Baca juga :

“Artinya kita ingin DPR dan DPD mempunyai hak yang sama dalam hal mencalonkan presiden. Gampangnya begini rakyat yang berpartai dan rakyat tidak berpartai atau independen harus sama-sama haknya. Calon presiden perseorangan bisa salurannya lewat DPD. Jangan dua-duanya dari parpol. Harusnya satu dari parpol dan satu dari independen. Biar rakyat yang pilih,” ucap LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur ini juga membahas aspal Buton yang akan memasuki usia seabad.

“Aspal Buton tidak dipakai di negara sendiri. Malah impor untuk  bangun infrastruktur. Harusnya media menuntut hal itu, agar aspal Buton memberi manfaat dan kesejahteraan  bagi rakyat Buton,” ucap LaNyalla lagi.

Sementara itu Direktur PT Radar Buton, Ramli Akhmad, menjelaskan bahwa Buton Pos sudah 13 tahun berada di jazirah Kepulauan Buton. Selain media cetak juga mempunyai situs media online publiksatu.co. dan channel Youtube guna mengikuti perkembangan zaman. (Bag)