DPR : UMKM Jangan Dijadikan Dijadikan Agen Produk Luar Negeri

Spread the love
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel dalam sambutan ‘Pembukaan Sosialisasi Kinerja DPR RI dengan Wartawan Koordinatoriat DPR RI’

JakCityNews (Tangerang Selatan) – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel mengingatkan UMKM jangan hanya diciptakan menjadi wadah masyarakat di desa memiliki pekerjaan. Tetapi bagaimana menciptakan agar produk UMKM memiliki nilai jual lebih di dunia internasional. 

“UMKM ini bisa kita dorong agar jangan sampai UMKM menjadi agennya produk luar negeri,” tegas Rachmat Gobel dalam sambutan ‘Pembukaan Sosialisasi Kinerja DPR RI dengan Wartawan Koordinatoriat DPR RI’ di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (18/6/2021).

Rachmat Gobel mengakui produk UMKM tumbuh dan mampu menjadi penopang perekonomian di desa. Namun,  dia berharap semua potensi dan kekuatan seperti sumber daya alam (SDA), hasil bumi laut, energi dan sebagainya harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

“Misalnya industri jamu yang banyak diproduksi pelaku UMKM. Juga handicraft (kerajinan tangan) dan mebel serta tekstil seperti kain songket, ikat tenun dan lainnya, ” ujarnya.

Dari tiga jenis produk jamu, mebel dan handycraft, kalau bisa diproduksi dan dijual ke dunia internasional  maka akan membuat perekonomian masyarakat desa bisa lebih sejahtera dan makmur. Seperti jamu di pasar dunia nilainya mencapai Rp 900 triliun. Tetapi nilai transaksi jamu dari Indonesia di pasar internasional baru Rp 9 triliun saja.

Baca juga :

Juga handy craft dan mebel. Kita hanya 2 miliar dollar, sedangkan vietnam yang baru bermain di produk ini sudah sampai 6 miliar dollar.  Belum lagi tekstil, seperti songket, tenun ikat dan sebagainya.

“Ketiga produk yang ada di desa ini saja, belum tergarap secara maksimal oleh UMKM di desa, ” katanya.

Rachmat Gobel menambahman salah satu upaya DPR di masa pandemi, adalah melindungi dan mendorong usaha UMKM memperoleh akses di pasar internasional. Langkah ini penting mengingat besarnya pelaku industri di level ini dan besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian negara.

“Strategi memanfaatkan momentum pandemi  COVID-19 ini, untuk membangun dan merevitalisasi perekonomian Indonesia agar bisa tampil sebagai kekuatan besar, bukan hanya di tingkat ASEAN tetapi juga dunia internasional, ” katanya. (Bag)