Lucy : Persepsi Kebal Paska Divaksin, Penyebab Masyarakat Abai Prokes

Spread the love
Anggota Komisi Kesehatan DPR, Lucy Kurniasari

JakCityNews (Jakarta) – Anggota Komisi Kesehatan DPR, Lucy Kurniasari menilai lonjakan kasus COVID-19 tak lepas dari persepsi masyarakat. Mayoritas masyarakat berpandangan setelah memperoleh vaksinasi COVID-18, akan memperoleh kekebalan tubuh sehingga lalai dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Masyarakat abai melaksanakan prokes karena diantara mereka percaya kekebalan tubuh sudah diperoleh setelah divaksin. Persepsi inilah yang membuat mereka abai menggunakan masker dan merasa aman berada di kerumunan, ” kata Lucy di Jakarta, Selasa (226/2021).

Lucy menegaskan persepsi yang keliru tereebut juga yang membuat sebagian anggota masyarakat merasa aman untuk mudik. Padahal jauh sebelum lebaran, sudah diingatkan akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 bila tidak ada ketegasan dari pemerintah terkait mudik.

“Pemerintah baru mengambil kebijakan larangan mudik setelah mendekati lebaran. Kebijakan ini tidak sepenuhnya efektif karena informasi dari pemerintah ada 1.5 juta penduduk yang lolos mudik, ” ujar Lucy.

Baca juga :

Angka yang lolos mudik diperkirakan jauh melebihi dari jumlah resmi yang dikeluarkan pemerintah. Sebab, banyak cara yang dilakukan pemudik untuk lolos mudik tanpa terdeteksi oleh aparat pemerintah.

“Hal itu terjadi karena kebijakan larangan mudik tidak diikuti oleh sanksi yang tegas dan ini dimanfaatkan para pemudik yang sudah merindukan kampung halaman, ” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya tersebut.

Lucy menambahkan tingginya jumlah pemudik tersebut mengindikasikan, larangan mudik dari pemerintah diabaikan sebagian besar masyarakat. Mereka tidak lagi mendengarkan larangan dari pemerintahnya. “Bahkan banyak diantara pemudik yang menyerobot di beberapa tempat penyekatan, ” katanya.

Anggota Komisi IX DPR itu menyatakan tingginya mobilisasi penduduk sebelum dan pasca lebaran, membuat penyebaran COVID-19 menjadi tidak terkendali. Hal itulah yang kita saksikan saat ini. Wisma Atlet dan Rumah Sakit diinformasikan dipenuhi penderita COVID-19.  “Pemerintah selalu coba mencari keseimbangan penanganan COVID-19 dari sisi kesehatan dan ekonomi, ” katanya.

Jadi lanjut Lucy, untuk mengatasi penyebaran Covid-19, pemerintah harus fokus kepada penanganan kesehatan. Semua kebijakan dan tindakan harus fokus untuk penanganan COVID-19.

“Agar fokus pada aspek kesehatan, maka anjuran WHO agar Indonesia melaksanakan PSBB diperketat sangat layak dilaksanakan. Melalui PSBB diharapkan mobilisasi dapat ditekan seminimal mungkin, ” kata Wakil Rakyat Dapil Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo) tersebut. (Bag)