Matador Lolos ke Babak 16 Besar, Enrique Belum Pikirkan Kroasia

Spread the love
Pelatih Tim Matador Spanyol, Luis Enrique.

JakCityNews (Eropa) – Pelatih Tim Matador Spanyol, Luis Enrique belum mau memikirkan tentang laga berikutnya, melawan Kroasia pada babak 16 besar Piala Eropa 2020. Maklum, ia ia masih ingin merayakan kesuksesan timnya lolos ke babak 16 besar, usai menggilas Slowakia 5-0 di Stadion Olimpico Sevilla, Kamis (24/6/21) dini hari WIB.

Hasil itu membuat Spanyol lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup E dengan lima poin. Spanyol kalah dua angka dari Swedia yang sukses mengalahkan Polandia 3-2 di Saint-Petersburg dan lolos sebagai juara Grup E. “Sekarang ini kami hanya ingin merayakan kesuksesan ini dan mempersiapkan diri untuk laga berikutnya (melawan Kroasia), besok,” kata mantan pelatih Barcelona itu, seperti dikutip Breaking News Spanyol, usai laga melawan Slowakia.

Kemenangan atas Slowakia juga sekaligus membuktikan kapasitas Enrique sebagai pelatih kelas wahid setelah sempat dihujani kritik dalam sepekan terakhir. “Saya percaya orang akan memiliki banyak keluhan terhadap performa kami di dua laga awal, meski saya berpikir benar-benar tidak akan ada kritik hari ini. Seorang pelatih tahu akan ada banyak pujian ketika Anda menang dan mendapat kritik ketika Anda kalah,” ungkapnya.

Baca juga :

Setelah hanya mampu bermain imbang melawan Swedia (0-0) dan Polandia 1-1) di dua laga pembuka, Spanyol berhasil membuktikan Taji mereka di laga pamungkas.Adalah Slowakia Slowakia yang menjadi ‘korban’ tim Matador setelah dipaksa menyerah lima gol tanpa balas. Kelima gol tersebut lahir dari aksi bunuh diri Martin Dubravka (30″), gol Aymeric Laporte (45+3″), Pablo Sarabia (56″), Ferran Torres (67″), serta aksi bunuh diri Juraj Kucka (71″).

Menanggapi kemenangan meyakinkan itu, Enrique mengaku lega. Terlebih setelah publik meragukan kemampuannya sebagai pelatih sejak awal turnamen. “Tentu saja ini melegakan. Saya tidak tahu tentang pembebasan, tetapi ini tidak hanya bagi saya tetapi juga dalam hal mengartikan kemampuan kami untuk mencapai hasil yang meyakinkan ini dengan gaya kami sendiri,”  bebernya.

Sementara itu, pelatih Slowakia, Stefan Tarkovic tidak mampu menutup kekecewaan terhadap performa anak-anak asuhnya di lapangan. Dengan hasil ini, Slowakia pun terpaksa angkat koper dari gelaran Piala Eropa 2020 setelah kalah bersaing dengan para penghuni peringkat tiga terbaik. Bersama Finlandia, Slowakia kalah dalam perolehan poin dan produktivitas gol dari para penghuni peringkat tiga, seperti Portugal, Republik Ceko, Swiss, dan Ukraina. (nuj)