Sukses Depak Prancis, Swiss Lebih PeDe Hadapi Spanyol

Spread the love

JakCityNews (Eropa) – Timnas Swiss sukses memaksimalkan peluang untuk mendepak Tim ‘Ayam Jantan’ Prancis pada babak 16 besar Piala Eropa 2020 di Arena Nationala, Bukarest, Selasa (29/6/21) dini hari WIB. Sukses itu membuat Granit Xhaka dan kolega kian percaya diri untuk menghadapi Spanyol pada babak perempat final yang berlangsung di Saint-Petersburg, Jumat (2/6/21), 23:00 WIB.

Bagi Xhaka, kemenangan atas Prancis menjadi sejarah bagi sepak bola La Nati, julukan Timnas Swiss. Namun kapten Timnas Swiss itu meminta rekan setimnya tidak terlena, mengingat masih ada pekerjaan berat di Saint-Petersburg.

“Ini luar biasa. Kami menulis sejarah sepak bola negara ini. Sekarang kami akan menghadapi Spanyol. Ini akan sulit, tetapi kami memiliki mimpi dan lebih percaya diri sekarang,” kata Xhaka, seperti dikutip laman resmi UEFA.

Sebelumnya, Xhaka dan kolega butuh waktu panjang untuk mendepak Prancis di Bukarest. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Haris Seferovic (15″). Namun Swiss akhirnya tertinggal setelah gawang Yann Sommer jebol tiga kali, lewat aksi Karim Benzema (57″, 59″) dan Paul Pogba (75″). Beruntung, Swiss bisa terhindar dari kekalahan, berkat gol kedua Seferovic (81″) dan Mario Gavranovic (90″). Laga pun terpaksa berlanjut dengan babak tambahan waktu 2×15 menit.

Baca juga :

Setelah tidak ada gol yang tercipta di babak tambahan waktu 2×15 menit, Swiss akhirnya bisa mendepak Prancis lewat adu penalti yang berakhir dengan skor akhir 5-4. Dari kelima algojo yang dipersiapkan kedua tim, hanya bomber Prancis, Kylian Mbappe yang gagal menjebol gawang lawan. Sedangkan kelima algojo Swiss mampu menjebol gawang Hugo Lloris. Walhasil, Prancis yang berstatus Juara Piala Dunia 2018, harus angkat koper dari gelaran Piala Eropa kali ini.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps pun pasang badan. Ia mengakui bahwa kesalahannya dalam menerapkan gaya permainan, menjadi salah satu penyebab kekalahan timnya. Diketahui, Prancis harus bermain dengan gaya permainan yang tidak biasa dengan tiga bek sejak babak pertama.

“Saya harus akui telah salah menerapkan skema permainan sejak babak pertama. Kami belum terbiasa bermain dengan hanya menempatkan tiga pemain di belakang,” aku Deschamps, usai laga.

Sementara itu, Petkovic memuji para pemainnya. Menurutnya, salah satu kunci kemenangan timnya atas Prancis karena kecerdikan para pemain dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada secara maksimal. Bagi Swiss, ini pertama kalinya mereka berhasil menembus babak perempat final setelah selalu terhenti di babak 16 besar dalam tiga turnamen bergengsi terakhir.

“Sekarang kami hanya ingin fokus melangkah sejauh yang kami bisa,” tuntas Petkovic. (nuj)