Magis Denmark Bawa Mereka Bentrok Lagi Dengan Inggris

Spread the love
Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand.

JakCityNews (Eropa) – Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand menanggapi kesuksesan anak-anak asuhnya melangkah ke babak semifinal Piala Eropa 2020, sebagai keajaiban. Ia pun mengingat kembali tentang keyakinannya membawa Denmark kembali ke Stadion Wembley pada musim gugur lalu.

Dalam sebuah rapat tim, usai mengalahkan Inggris 1-0 di ajang UEFA Nations League (UNL), 15 Oktober 2020 lalu, Hjulmand menunjukkan sebuah foto Stadion Wembley dan mengatakan bahwa ia dan tim asuhannya akan kembali berada di stadion bersejarah tersebut.

“Sungguh magis. Hal pertama yang saya tunjukkan dalam rapat itu adalah foto Wembley ketika kami di sana musim gugur lalu. Saya bilang kami akan kembali ke sana,” kata Hjulmand, dikutip laman resmi UEFA.

Di luar nalar, ucapan Hjulmand, kini menjadi kenyataan. Denmark akan kembali ke Wembley untuk menghadapi lawan yang sama pada babak semi final Piala Eropa 2020, Kamis (8/7/21), 02:00 WIB mendatang. Denmark memastikan diri lolos ke Wembley usai mendepak Republik Ceko 2-1 pada babak perempat final di Stadion Olimpiya Baki, Minggu (4/7/21) dini hari WIB. 

Baca juga :

“Ini (lolos ke semi final) adalah momen yang ajaib,” sambut Hjulmand, usai pertandingan.

Dalam laga itu, Denmark berhasil membuka keunggulan lewat gol Thomas Delaney (5″), sebelum Kasper Dolberg menggandakan keunggulan pada menit ke-42. Sedangkan Ceko hanya bisa mencetak satu gol sepanjang laga, melalui aksi Patrick Schick (49″). Meski ledakan tim berjuluk Dinamit itu tidak sedahsyat ketika menghadapi Rusia dan Wales pada laga sebelumnya, namun Hjulmand memuji performa para pemain.

“Hari ini permainan kami tidak seindah seperti di dua laga sebelumnya, tapi ada perjuangan dan kiper yang fantastis. Tenaga kami hampir tak bersisa, tapi bisa mencapai semifinal Euro adalah capaian luar biasa. Rasanya kami seperti bermain di kandang sendiri, karena dukungan suporter begitu deras. Kami sangat berterima kasih,” lanjut Hjulmand yang juga berterima kasih atas dukungan yang tidak pernah berganti dari para suporter Denmark.

Sementara itu pelatih Jaroslav Silhavy tidak mampu menyembunyikan kesedihan yang dirasakan anak-anak asuhnya usai kalah dari Denmark. Pun, ia mengklaim pencapaian mereka lolos hingga ke babak perempat final, sudah luar biasa.

“Saya bangga dengan para pemain saya. Kami harus berjuang sebagai sebuah tim melawan tim-tim kuat, banyak dari mereka tidak melangkah sejauh yang kami lakukan,” tuntas Silhavyz usai pertandingan. (nuj)