Kasus COVID-2019 Berpotensi Melonjak, Pemerintah Perlu Refocusing Anggaran II-2021

Spread the love
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah.

JakCityNews (Jakarta) – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, MH Said Abdullah memberi rekomendasi kepada pemerintah agar melakukan refocusing anggaran belanja pada APBN semester II-2021, apabila kasus positif dan kematian akibat COVID-19 terus melonjak naik.

Menurut Said, hasil refocusing anggaran belanja ini dialokasikan untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19. Hal ini penting, agar jangkauan rakyat yang mendapatkan layanan vaksinasi COVID-19 semakin banyak. 

“Refocusing anggaran ini tidak hanya pada belanja Kementerian dan Lembaga (K/L), tetapi juga anggaran pemerintah daerah (pemda). Karena itu, saya minta Pemda juga ikut memikul beban, agar anggarannya juga dipotong,” ujar Said Abdullah di Jakarta, Senin (5/7/2021).

Said menilai pemotongan anggaran K/L maupun Pemda ini tidak bisa dihindari sebagai salah satu upaya pemerintah mempersiapkan amunisi yang cukup untuk melawan virus COVID-19 ini. 

Sebab, perkembangan COVID-19 ini sangat ini mengkhawatirkan sehingga membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

“Mencermati perkembangan terkini atas keadaan bangsa kita,  pada awal semester 2 tahun 2021 menunjukkan tren peningkatan sangat drastis. Untuk itu, perlu penguatan dari sisi anggaran, termasuk pemotongan sejumlah anggaran, baik itu K/L maupun Pemda,” jelasnya.

Baca juga :

Selain pemotongan anggaran K/L maupun Pemda, Said menegaskan beberapa pos anggaran yang kurang prioritas dan belum ditenderkan bisa dipotong. Termasuk, rencana kegiatan yang dibatalkan karena tingginya COVID-19 memang harus dipangkas
Selain itu lanjut Said, hasil pemotongan anggaran ini dipakai guna memperbanyak layanan fasilitas kesehatan, sarana dan prasarananya tenaga medis yang mampu menampung lonjakan pasien COVID-19. 

“Langkah ini untuk mengantisipasi banyaknya pasien COVID-19 yang meninggal di rumah akibat daya tamping rumah sakit mengalami over kapasitas, ” kata Said.

Untuk itu, kata Said, dibutuhkan penambahan tenaga medis termasuk para sukarelawan, kebutuhan peralatan vaksin dan pembiayaan tempat-tempat darurat untuk pelaksanaan vaksinasi yang memenuhi standar protokol kesehatan.

“Saya mendukung target Presiden Joko Widodo agar program vaksinasi dapat menjangkau 2 juta rakyat per-harinya,” ujarnya. (Bag)