Fakta Menunjukkan, Inovasi Beri Kontribusi Terhadap Pembangunan Negara

Spread the love
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin.

JakCityNews (Jakarta) Р Berbagai fakta menunjukkan,  inovasi memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sebuah negara. Laporan Global Innovation Index (GII) 2020 memperlihatkan negara-negara dengan skor inovasi yang tinggi memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita yang lebih tinggi pula.

Oleh sebab itu, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan,  sumber kemajuan saat ini tidak lagi bergantung pada sumber daya alam (SDA), tetapi pada sumber daya manusia (SDM) dengan segala inovasi yang dibuatnya.

“Satu pelajaran penting yang perlu kita petik yaitu  sumber kemajuan tidak lagi bertumpu pada sumber daya alam, tapi pada SDM dan inovasi,” tegas Wapres saat memberikan kuliah umum pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 62 dan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) 23 Tahun 2021 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres,  Jakarta.Selasa (6/7/2021).

Lebih lanjut, Wapres mencontohkan, pada tahun 1850, kondisi Amerika Serikat sama dengan negara terbelakang saat ini di mana 70% masyarakatnya masih tinggal di daerah perdesaan, 52% konsumsinya digunakan untuk membeli makanan, dan tingkat elektrifikasi baru 10%. Masyarakat yang menikmati sekolah menengah pun baru 10% dengan umur harapan hidup hanya 45 tahun.

Baca juga :

“Namun, dalam periode waktu tersebut lahir berbagai inovasi penting yang masih bisa dilihat hingga saat ini,” tuturnya.

Sebagai contoh, papar Wapres, Tudor Ice Company yang berdiri pada 1806 memproduksi dan menjual es batu alam hampir ke seluruh belahan dunia. Inovasi ini mendorong perkembangan industri makanan dan minuman secara pesat.

“Perusahaan McCormick Harvesting Machine yang berdiri pada tahun 1831 menemukan mesin penuai gandum. Inovasi ini menjadi awal mekanisasi pertanian di Amerika,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut Wapres, perusahaan Singer yang berdiri pada 1856 menciptakan mesin jahit yang membuat usaha garmen menjadi massal. Selanjutnya, perusahaan Kodak pada tahun 1898 menciptakan inovasi yang membuat proses memotret menjadi sangat mudah.

“Paling monumental adalah ketika Ford Motor Company yang berdiri pada tahun 1903 mengeluarkan inovasi brilian dalam memproduksi mobil secara massal. Ford Motor Company dicatat sebagai perusahaan yang melahirkan kelas menengah di Amerika Serikat,” ujarnya.

Pada era digital saat ini, kata Wapres, inovasi juga tetap memegang peranan penting. Misalnya, perusahaan Apple yang sumber pertumbuhan utamanya adalah inovasi.

“Apple berhasil mencapai nilai valuasi sebesar USD 2 triliun pada Agustus 2020. Pada tahun 2018, Apple juga menjadi perusahaan pertama di dunia yang mencatat valuasi sebesar USD 1 triliun,” paparnya.

Berkaca dari contoh-contoh di atas, Wapres menuturkan bahwa salah satu prioritas nasional untuk mencapai Indonesia Maju adalah membangun SDM unggul, yaitu SDM yang sehat, cerdas, berdaya saing, produktif, berakhlak mulia, dan setia kepada NKRI. Sebab, SDM unggul menjadi penentu keberhasilan dalam mewujudkan kemajuan dan kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara.

“SDM Indonesia harus dipersiapkan untuk mampu bersaing dan cepat beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan teknologi informasi yang mendisrupsi segala bidang,” imbuhnya. (Alvim)