Mancini Siapkan Permainan Berbeda Untuk Hadapi Inggris Atau Denmark

Spread the love
Pelatih ‘Gli Azzurri’ Italia, Roberto Mancini.

JakCityNews (Eropa) – Pelatih ‘Gli Azzurri’ Italia, Roberto Mancini mangaku tidak ingin lagi ‘tertipu’ dengan gaya permainan tim lawan. Pelatih berusia 56 itu bahkan sudah menyiapkan berbagai opsi untuk menampilkan gaya permainan berbeda saat menghadapi Inggris atau Denmark pada partai final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, Senin (12/7/21), 02:00 WIB mendatang.

“Sekarang kami punya keuntungan untuk mengumpulkan semua kekuatan kami dan bersiap melakoni partai final. Saya pikir Inggris dan Denmark adalah tim yang bagus. Kedua tim memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dari Spanyol. Untuk itu, kami harus bisa menyiapkan sejumlah opsi untuk menampilkan gaya permainan berbeda dari sebelumnya jika ingin memenangi pertandingan dan menjadi juara,” tandas Mancini, dikutip Corriere dello Sport.

Mancini mengaku sempat ‘tertipu’ dengan gaya permainan yang diterapkan pelatih Spanyol, Luis Enrique pada babak perempat final di tempat yang sama, Rabu (7/7/21) dini hari WIB. Dalam laga itu, Enrique menerapkan gaya permainan ‘false 9’ atau tanpa seorang penyerang dengan menurunkan Ferran Torres, Daniel Olmo, dan Mikel Oyarzabal di lini depan. Sedangkan Alvaro Morata ditempatkan di bangku cadangan selama babak pertama.

Baca juga :

Mancini mengakui sempat kewalahan mengantisipasi gaya permainan tersebut, sehingga gaya permainan Italia tidak sesuai yang diharapkan. Beruntung, lini belakang Italia yang kawal Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, tidak kebobolan sepanjang babak pertama.

“Mereka (Spanyol) mengakibatkan kami banyak masalah dengan perubahan itu. Tapi ketika kami bisa berkoordinasi dengan benar itu semua tidak jadi masalah,” ulas Mancini yang tetap dengan gaya permainan timnya.

Gaya permainan cepat Italia ala Mancini, akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60. Federico Chiesa sukses menjebol gawang Unai Simon untuk membawa Italia unggul 1-0. Sejak itu, Spanyol kembali mengubah gaya permainan dengan memasukkan Morata (61″). Spanyol pun bisa menyamakan kedudukan, berkat gol Morata pada menit ke-80 hingga membuat skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu, 2×15 menit.

Laga yang harus ditentukan lewat drama adu penalti, akhirnya dimenangkan Italia dengan akor 4-2.

“Saya kira sekarang saya tidak ingin lagi ‘tertipu’ dengan gaya permainan lawan, seperti yang dilakukan Spanyol. Sekarang saya hanya ingin fokus menganalisa permainan Inggris dan Denmark malam ini dan mempersiapkan apa yang bisa kami lakukan untuk pertandingan selanjutnya di Wembley (partai final),” tuntas Mancini. (nuj)