Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Hadapi Lonjakan COVID-19 di Luar Jawa-Bali

Spread the love
Ketua DPR RI Puan Maharani

JakCityNews (Jakarta) – Pemerintah perlu melakukan upaya antisipasi dan mitigasi terhadap lonjakan kasus COVID-19 di luar wilayah Jawa dan Bali. Meski sudah ada pengetatan PPKM Mikro,  pemerintah harus bekerja cepat serta tepat dalam menangani peningkatan kasus COVID-19 yang relatif tinggi di sejumlah daerah di luar Jawa dan Bali.

“Jawa saja yang fasilitas kesehatannya sudah relatif merata kuantitas dan kualitasnya serta jumlah tenaga kesehatan cukup banyak kerepotan, bagaimana dengan luar Jawa jika terjadi lonjakan kasus COVID-19 gelombang kedua,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani, Jumat (9/7/2021).

Puan mengimbau pemerintah pusat segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Apalagi, Satgas Penanganan COVID-19 telah mencatat terjadi peningkatan kasus COVID-19 di kawasan non Jawa-Bali sebanyak 24,7 persen dari total kasus nasional.

Bangka Belitung kasus COVID-19 meningkat 65,4 persen, Bengkulu (57,6), Kalimantan Timur (82,9), Kalimantan Utara (67,3), Lampung (59), Maluku (115,9), Maluku Utara (160,5), NTT (108), Papua Barat (155,2), Sulawesi Barat (99,5), Sulawesi Selatan (99,8), Sulawesi Tengah (96,3), Sulawesi Tenggara (62), dan Sulawesi Utara (95).

“Saat ini, kita bisa menyaksikan bagaimana dampak meledaknya gelombang dua COVID-19 di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Pasien COVID-19 banyak yang harus mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan di pusat-pusat kesehatan. Keluarga pasien mengalami kesulitan untuk mengakses obat dan oksigen medis. Jangan sampai kondisi ini merembet ke luar Jawa-Bali,” papar mantan Menko PMK itu.

Tak kalah memprihatinkan, angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate=BOD) di rumah sakit rujukan Covid-19 di luar Jawa dan Bali juga cukup tinggi. Lampung mencatat BOR 81 persen, Kepulauan Riau (77), Kalimantan Timur (74), Papua Barat (73)  Kalimantan Barat (70), Sumatera Selatan (69), Bengkulu (66), dan Sumatera Barat (65).

Baca juga :

Karena itu, Puan meminta Pemda di luar Jawa-Bali bersama pemerintah pusat merumuskan langkah-langkah contingency plan menghadapi serbuan gelombang kedua COVID-19 agar kejadian di Pulau Jawa tidak terulang. 

“Tempat isolasi, rumah sakit beserta nakes dan peralatannya mesti disiapkan sejak dini. Tentu saja upaya pencegahan agar lonjakan kasus tidak terjadi secara eksponensial,” ujar alumnus Universitas Indonesia itu.

Menurut Puan pemerintah daerah di luar Jawa-Bali yang lebih paham kondisi wilayah masing-masing serta kekuatan infrastruktur kesehatan menghadapi gelombang kedua Covid-19. 

“Saya berkali-kali menekankan agar semua pihak termasuk pemda jujur tentang kondisi wilayahnya  terkait covid ini. Semaksimal mungkin tangani sendiri. Terus berkoordinasi dengan pemda lain dan pemerintah pusat karena penyebaran COVID-19 ini lintas wilayah,” tuturnya.

Puan meminta semua pihak fokus menangani penyebaran virus COVID-19. “Lepaskan ego sekroral dan wilayah. Semua sumber daya fokuskan dulu untuk penanganan pandemik, ” katanya. (Bag)