Ambisi Inggris Ukir Sejarah dan Tekad ‘Menghapus Dosa’ Italia

Spread the love
Timnas Italia.

JakCityNews (Eropa) – Terlepas dari kontroversi kemenangan ‘Tiga Singa’ Inggris atas Denmark di babak semifinal, pasukan Gareth Southgate dituntut untuk bisa mengukir sejarah di depan publik sendiri. Sementara ‘Gli Azzurri’ Italia datang dengan tekad ‘menebus dosa’, seraya memperpanjang dahaga tuan rumah pada partai final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, Senin (12/7/21), 02:00 WIB.

Inggris menjadi satu-satunya tim favorit di gelaran Piala Eropa yang belum pernah sekalipun mencicipi gelar Piala Eropa sejak pertama kali digelar pada 1960 silam. Raihan tertinggi Tiga Singa di Piala Eropa, hanya sebatas menjadi semifinalis, yakni pada edisi 1968 di Italia dan 1996 di rumah sendiri. Tidak heran jika harapan tinggi untuk mengakhiri dahaga gelar di Piala Eropa, kini dibebankan kepada pasukan Southgate setelah lolos ke partai final untuk pertama kalinya.

“Kami ingin juara. Saya tahu itu akan tercipta di rumah sendiri. Menyenangkan melihat semua orang memegang bir pada Minggu malam untuk merayakannya. Mereka sudah lama menunggu ini. Dua performa terakhir membahagiakan semua orang. Kami belum pernah ke final Piala Eropa. Saatnya membuat sejarah lagi,” kata Southgate, menjawab harapan masyarakat Inggris, seperti dikutip laman resmi UEFA, jelang pertandingan.

Pun, pasukan Southgate masih dihantui dengan keraguan publik, terkait cara timnya lolos ke partai final yang ‘berbau amis’. Beberapa media ternama seperti La Gazzetta dello Sport dan Marca bahkan sudah mencium adanya konspirasi dari pihak UEFA untuk menjadikan Inggris sebagai juara, sebelum partai final berlangsung. Gelar juara Piala Eropa kali ini disebut-sebut sebagai hadiah untuk pemerintah Inggris yang mendukung pihak UEFA, terkait pembentukan European Super League (ESL).

Baca juga :

ESL merupakan sebuah turnamen yang diprakasai oleh sejumlah pebisnis di Eropa, sebagai tandingan Liga Champions, produk UEFA. Munculnya kabar tersebut tentu kian menyulutkan tekad anak-anak asuh Roberto Mancini untuk memperpanjang dahaga Tiga Singa, sekaligus ‘menghapus dosa’ Timnas Italia pasca gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 lalu. “Ini akan menjadi final yang sangat emosional bagi seluruh masyarakat Italia,’ kata Mancini dalam laman resmi UEFA.

Italia berhasil melaju ke final setelah mendepak Spanyol dalam drama adu penalti 4-2 usai bermain 1-1 selama 120 menit laga di babak semifinal. “Kami menderita dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang kami bermain untuk memenangkan pertandingan di final (melawan Inggris red) dan kemudian kita lihat apa yang terjadi. Kami akan mendedikasikan setiap kemenangan untuk semua orang Italia,” lanjut Mancini yang setelah sukses membawa Italia ke partai final.

Demi membatalkan usaha Inggris mengukir sejarah, Italia sendiri bakal tampil dengan kekuatan penuh, meski masih tanpa Leonardo Spinazzola di lini belakang. Sedangkan Southgate sudah bisa memainkan Bukayo Saka setelah sempat absen saat melawan Denmark. Dari 27 pertemuan terakhir kedua tim, Tiga Singa mencatat delapan kemenangan dan delapan kali imbang, sementara 11 laga sisanya dimenangkan Gli Azzurri. Terakhir, keduanya bermain 1-1 dalam laga ujicoba bulan Maret 2018 lalu. (nuj)

Italia vs Inggris, Senin (12/7/21);  02:00 WIB; Stadion Wembley

REKOR PERTEMUAN :

28/03/18, Inggris vs Italia 1-1

01/04/15, Italia vs Inggris 1-1

15/06/14, Inggris vs Italia 1-2

16/08/12, Inggris vs Italia 2-1

PRAKIRAAN PEMAIN :

Italia (4-3-3) : Donnarumma (g); Di Lorenzo, Bonucci, Chiellini, Emerson; Jorginho, Barella, Verratti; Chiesa, Immobile, Insigne.

Inggris (4-2-3-1) : Pickford (g); Walker, Stones, Maguire, Shaw; Rice, Phillips; Saka, Mount, Sterling; Kane.