Bikin ‘Blunder’, Southgate Pasang Badan

Spread the love
Timnas Italia merayakan kemenangannya setelah menekuk timnas Tiga Singa Inggris.

JakCityNews (Eropa) – Kekalahan Tiga Singa Inggris dari ‘Gli Azzurri’ Italia lewat drama adu penalti pada partai final Piala Eropa 2020, Senin (12/7/21) dini hari, menyisahkan kekecewaan. Pelatih Gareth Southgate pun ‘pasang badan’ setelah dituding sebagai ‘biang kegagalan’ Tiga Singa, menjuarai Piala Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tidak hanya ‘blunder’ dalam pemilihan para algojo dalam drama adu penalti, Southgate juga terkesan ‘plin-plan’ dalam menentukan skema permainan setelah Italia menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hal itu terjadi saat ia memasukkan Jordan Henderson sebagai pengganti Declan Rice (74″). Keputusan itu terbilang aneh, mengingat Henderson pada akhirnya justru ditarik dan memasukkan Marcus Rashford di penghujung babak perpanjangan waktu kedua.

Keputusan ‘blunder’ itu semakin diperparah setelah Southgate juga masukkan Jadon Sancho sebagai pengganti Kyle Walker pada menit ke-120. Ironisnya, Rashford dan Sancho yang belum terlalu panas karena hanya beberapa menit turun ke lapangan, justru terpilih sebagai algojo penalti. Tidak berhenti sampai di situ, ‘blunder’ juga dilakukan Southgate saat memilih Bukayo Saka yang belum memiliki banyak pengalaman, menjadi algojo terakhir dalam drama adu penalti.

Soal keputusan-keputusan aneh yang berujung blunder itu, Southgate pasang badan.

Baca juga :

“Ini semua murni tanggung jawab saya. Saya memutuskan penendang penalti berdasarkan apa yang telah mereka lakukan dalam latihan, dan tidak ada yang berdiri sendiri. Kami menang bersama sebagai sebuah tim, dan itu tanggung jawab kami semua karena tidak bisa memenangi laga malam ini. Namun soal penalti, itu sepenuhnya tanggung jawab saya,” jelasnya dikutip laman resmi UEFA.

Kegagalan Inggris menjuarai Piala Eropa kali ini, sedikit mirip dengan apa yang dialami Southgate semasa masih bermain pada babak semifinal, edisi 1996. Southgate yang menjadi algojo terakhir Inggris, gagal menunaikan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Tiga Singa ke partai final. Selain itu, kegagalan Inggris kali ini juga membuat ‘kutukan’ tidak pernah menjuarai Piala Eropa, semakin nyata.

Padahal, Tiga Singa sejatinya sempat jumawa saat mereka berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol cepat Luke Shaw pada menit kedua. Namun gol itu dibatalkan Leonardo Bonucci lewat aksinya di menit ke-76, sekaligus mengunci skor 1-1 hingga 2×15 menit babak perpanjangan waktu. Tiga Singa pun gagal menjadi juara setelah kalah 2-3 dalam drama adu penalti. Rashford, Sancho, dan Saka, gagal menceploskan bola ke gawang Italia. (nuj)

Tinggalkan Balasan