Bamsoet Minta Warga Isoman Berikan Tanda Khusus di Rumah

Spread the love
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

JakCityNews (Jakarta) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berbelasungkawa atas bertambahnya jumlah saudara sebangsa yang wafat akibat terpapar virus COVID-19. Baik yang meninggal di rumah sakit maupun saat isolasi mandiri (isoman) di rumah dan tempat lainnya. 

Data LaporCOVID-19 mencatat setidaknya ada 712 pasien isolasi mandiri yang wafat. Menjadi fenomena baru seiring meluasnya lonjakan kasus COVID-19. Paling banyak terdapat di Jawa Barat sebanyak 248 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 134 orang, Jawa Tengah 114 orang, Jawa Timur 72 orang, Banten 68 orang, dan DKI Jakarta 53 orang, sisanya di luar Jawa.

Agar warga yang isoman bisa terpantau oleh tetangga dan lingkungan sekitar, Bamsoet meminta ada baiknya di rumah warga yang melakukan isoman diberikan tanda khusus. Misalnya menggunakan bendera berwarna, sehingga menjadi tanda bahwa di rumah atau tempat tersebut sedang digunakan oleh warga untuk isoman. 

“Termasuk menginformasikan berapa jumlah warga yang sedang isoman di rumah atau tempat tersebut,” ujar Bamsoet usai meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk 6 ribu pelajar dan masyarakat umum, di Garden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Baca juga :

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, warga yang isoman juga harus melaporkan dirinya kepada Ketua RT setempat melalui whatsapp ataupun media komunikasi lainnya. Sehingga RT dan Satgas COVID-19 setempat bisa memantau secara berkala, termasuk memberikan bantuan kepada warga yang isoman.

“Tidak perlu menutupi informasi diri jika terpapar virus COVID-19. Justru dengan membuka diri dan menginformasikan kepada lingkungan sekitar, kita bisa mencegah hal buruk terjadi,” jelas Bamsoet.

Ditegaskan Bamsoet, pasien isoman harus rutin melakukan pemeriksaan mandiri terhadap dirinya. Hasilnya, sebaiknya juga dilaporkan kepada keluarga dan Ketua RT setempat.

Pemeriksaan itu meliputi suhu tubuh dan saturasi oksigen. Jika suhunya diatas 39 derajat celcius, serta saturasi oksigennya turun kurang dari 93 dan terus menurun hingga dibawah 90, pasien harus berhati-hati. 

“Keluarga bersama Ketua RT dan Satgas COVID-19 setempat harus mulai mempersiapkan diri membawa pasien ke rumah sakit. Jika telat, akibatnya bisa fatal,” kata Bamsoet. (Bag)