Sulit Diterima Kerja, Masyarakat Disabilitas Curhat ke Gus Muhaimin

Spread the love
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dalam kegiatan Roadshow Politik Kesejahteraan bertajuk ”Gus Muhaimin Mendengar” Bersama masyarakat Maluku Utara yang dilakukan secara virtual, Senin (23/8/2021). 

JakCityNews (Jakarta) – Kelompok disabilitas Maluku Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaaan. Mereka menyampaikan bahwa meski sudah lulus Pendidikan keterampilan khusus, namun rata-rata perusahaan tidak mau menerima kelompok disabilitas sebagai karyawan. 

Keluhan tersebut disampaikan oleh Zulfiah, perwakilan kelompok disabilitas Maluku Utara kepada Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dalam kegiatan Roadshow Politik Kesejahteraan bertajuk ”Gus Muhaimin Mendengar” Bersama masyarakat Maluku Utara yang dilakukan secara virtual, Senin (23/8/2021). 

”Kami sudah lulus sekolah atau sekolah keterampilan, tidak ada yang mau terima kami untuk bekerja. Alasannya kami adalah penyandang disabilitas,” ujar Zulfiah. 

Baca juga :

Persoalan lain yang dihadapi para penyandang disabilitas di Maluku Utara adalah soal kesehatan, belum adanya fasilitas Pendidikan khusus untuk para penyandang disabilitas atau sekolah inklusi, serta tidak dilibatkannya mereka dalam pengambilan kebijakan.

”Kami belum dilibatkan dalam mengambil kebijakan, padahal kami mampu,” katanya. 

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat Maluku Utara, Gus Muhaimin menyatakan siap memperjuangkan hak-hak masyarakat disabilitas. Selama ini sudah ada UU nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Bila selama ini realisasi di lapangan belum berjalan dengan baik maka pihaknya akan mendorong dan mengingatkan para pemegang kebijakan untuk bisa menjalankan UU dengan baik.

”Kita dorong mulai Presiden hingga kepala daerah, undang-undang ini banyak dilupakan oleh semua orang. Saatnya kita angkat lagi supaya bisa dilaksanakan dengan baik,” tuturnya. (Bag)