Bamsoet Ajak Anggota MPR RI Gencar Laksanakan Vaksinasi Ideologi

Spread the love
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam pelantikan pergantian antar waktu (PAW) anggota MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Ibnu Mahmud di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta,  Rabu (1/9/2021).

JakCityNews (Jakarta) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak masyarakat tidak termakan provokasi yang dilakukan berbagai pihak, baik dalam bentuk ujaran kebencian, hasutan, maupun mural, dan berbagai bentuk ekspresi lainnya. 

Fokus bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana bisa keluar secepat mungkin dari pandemi Covid-19. 

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, semua elemen bangsa patut mendukung berbagai langkah pemerintah yang sedang bekerja keras mengatasi pandemi sekaligus memulihkan perekonomian nasional, ” kata ujar Bamsoet dalam pelantikan pergantian antar waktu (PAW) anggota MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional Ibnu Mahmud di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta,  Rabu (1/9/2021).

Dalam sambutannya, Bamsoet mengatakan setelah berhasil mencapai target penyuntikan vaksin COVID-19 sebanyak 2 juta dosis per hari, kini pemerintah meningkatkannya menjadi 2,3 juta suntikan per hari. Per 30 Agustus 2021, tercatat dunia sudah menyuntikan 5,29 miliar dosis vaksin Covid-19. Tiongkok Daratan menempati peringkat pertama karena telah menyuntikan 2,04 miliar dosis vaksin. 

Baca juga :

“Sementara Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan telah menyuntikan 98,1 juta dosis vaksin covid-19,” ujar Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, seiring dengan gencarnya vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah, MPR RI juga terus gencar melaksanakan vaksinasi ideologi melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Berupa internalisasi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada berbagai kelompok masyarakat.

Sebagaimana vaksinasi COVID-19, dalam melakukan vaksinasi ideologi pun terdapat berbagai tantangan yang dihadapi. Harus diakui, masih sering terjadi keteledoran, ketidaktaatan, dan penyelewengan atas nilai-nilai Pancasila oleh bangsa sendiri. 

“Terutama oleh para penyelenggara negara yang membuat bintang penuntun itu pun secara perlahan seakan akan meredup ditelan bumi,” jelas Bamsoet. (Bag)