{"id":15564,"date":"2026-03-30T13:34:00","date_gmt":"2026-03-30T13:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/jakcitynews.com\/?p=15564"},"modified":"2026-03-28T13:36:06","modified_gmt":"2026-03-28T13:36:06","slug":"dpr-desak-ombudsman-awasi-perusahaan-pelanggar-thr-jangan-biarkan-buruh-berjuang-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/2026\/03\/30\/dpr-desak-ombudsman-awasi-perusahaan-pelanggar-thr-jangan-biarkan-buruh-berjuang-sendiri\/news\/15564\/","title":{"rendered":"DPR Desak Ombudsman Awasi Perusahaan Pelanggar THR: Jangan Biarkan Buruh Berjuang Sendiri"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"684\" src=\"https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/25260-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15565\" srcset=\"https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/25260-1024x684.jpg 1024w, https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/25260-300x200.jpg 300w, https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/25260-768x513.jpg 768w, https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/25260.jpg 1409w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto (Foto : Biro Pemberitaan Parlemen)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>JakCityNews (JAKARTA) \u2013 Berulangnya kasus pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun memicu kritik keras dari DPR RI. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto, menilai negara seolah &#8220;bertekuk lutut&#8221; di hadapan perusahaan nakal karena hanya mengandalkan sanksi administratif yang tidak memberikan efek jera.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga 25 Maret 2026, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 200 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dengan ratusan kasus yang masih menggantung.<\/p>\n\n\n\n<p>Edy menegaskan, pola tahunan ini membuktikan adanya lubang besar dalam penegakan hukum ketenagakerjaan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Setiap tahun persoalan THR berulang. Ini bukan kebetulan, tapi akibat lemahnya pengawasan dan sanksi yang tidak menggigit. Negara seolah kalah oleh perusahaan nakal,&#8221; tegas Edy dalam pernyataan resminya, Senin (30\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Politisi PDI Perjuangan ini mengusulkan langkah radikal untuk memutus rantai pelanggaran. Menurutnya, mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial saat ini (UU No. 2 Tahun 2004) terlalu berbelit dan bisa memakan waktu hingga dua tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Rakyat kecil tidak bisa menunggu dua tahun untuk hak yang seharusnya cair sebelum Lebaran. Pelanggaran THR harus mulai dipertimbangkan masuk ranah pidana, bukan lagi sekadar administratif,&#8221; ujar Edy.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengakhiri &#8220;tradisi&#8221; pelanggaran THR, Edy mendesak pemerintah melakukan tiga langkah konkret.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, Sanksi Pidana: Merombak regulasi agar pengusaha yang sengaja mengemplang THR dapat diproses hukum secara pidana.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, Audit Preventif: Melakukan pengawasan ketat dan audit sejak dini terhadap perusahaan, tanpa harus menunggu adanya laporan dari pekerja yang sudah terlanjur dirugikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, Transparansi Publik &amp; Peran Ombudsman: Mendesak Kemenaker memublikasikan daftar hitam (blacklist) perusahaan pelanggar dan melibatkan Ombudsman untuk mengawasi kinerja pengawas ketenagakerjaan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Edy menekankan bahwa pengawasan tidak boleh berhenti pada tumpukan kertas administratif, melainkan harus berujung pada penyelesaian konkret di kantong pekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNegara harus hadir lebih tegas. Jangan biarkan pekerja berjuang sendirian untuk hak yang sudah seharusnya mereka terima. Pengawasan harus punya taring, &#8221; ujarnya. (Nes)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JakCityNews (JAKARTA) \u2013 Berulangnya kasus pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun memicu kritik keras dari DPR RI. Anggota<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15565,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[27,56,54,32,33],"tags":[],"aioseo_notices":[],"views":23,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15564"}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15564"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15566,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15564\/revisions\/15566"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}