{"id":3644,"date":"2022-05-27T07:44:43","date_gmt":"2022-05-27T07:44:43","guid":{"rendered":"https:\/\/jakcitynews.com\/?p=3644"},"modified":"2022-05-27T07:49:35","modified_gmt":"2022-05-27T07:49:35","slug":"di-forum-pengurangan-risiko-bencana-pbb-puan-katakan-saatnya-bertindak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/2022\/05\/27\/di-forum-pengurangan-risiko-bencana-pbb-puan-katakan-saatnya-bertindak\/internasional\/3644\/","title":{"rendered":"Di Forum Pengurangan Risiko Bencana PBB, Puan Katakan Saatnya Bertindak"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/rani1-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3645\" srcset=\"https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/rani1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/rani1-300x169.jpg 300w, https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/rani1-768x432.jpg 768w, https:\/\/jakcitynews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/rani1.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Ketua DPR RI Puan Maharani .<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>JakCityNews (Bali) &#8211; Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara dalam The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali. Pada forum pengurangan risiko bencana PBB ini, ia &nbsp;menekankan pentingnya seluruh bangsa untuk bertindak melakukan aksi nyata mengatasi masalah-masalah kebencanaan. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertemuan ini merupakan upaya kita bersama dalam membangun komitmen sebagai warga bangsa di bumi ini,\u201d kata Puan dalam acara yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (26\/5\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Puan menyebut, komitmen antar bangsa dan negara sudah sering dilakukan dalam berbagai forum, kerja sama, dan pertemuan-pertemuan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBahkan komitmen memajukan kepentingan bersama dan kerjasama telah dilakukan sejak Konferensi Asia Afrika tahun 1955,\u201d ingatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, Pandemi Covid-19 telah menjadi wake up call akan pentingnya upaya dan kerja bersama dalam menghadapi masalah-masalah global. Diperlukan upaya bersama dalam menyelesaikan permasalahan global seperti kerentanan pangan, energi, air bersih &nbsp;sanitasi, dan kelestarian alam.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPersaingan ekonomi global dan perkembangan industri, telah menciptakan kesenjangan antar negara dalam mengeksploitasi alam, pemanfaatan teknologi eksploitasi dan jalannya pembangunan yang berkaitan dengan lingkungan hidup,\u201d ujar Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut, katanya, membuat negara-negara di dunia memiliki sikap yang berbeda dalam mengeksploitasi alam sebagai sumber untuk pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarenanya tema pertemuan GPDRR ini memang sangat tepat dan relevan karena dunia perlu membangun resiliensi bencana yang berpusat pada manusia (people-centered),\u201d tuturnya pada forum yang bertemakan From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Resiliensi bencana yang berpusat pada manusia (people-centered) dimulai dari membangun kesadaran dan komitmen untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Diperlukan kemauan bersama dalam membangun tata dunia ekosistem industri dan perekonomian yang ramah terhadap lingkungan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejak deklarasi Dasasila Bandung 1955, yang bercita-cita setiap bangsa merdeka dan sejahtera, hingga saat ini masih ditemukan berbagai kasus kekurangan pangan, air bersih, kerusakan lingkungan hidup, pencemaran lingkungan hidup,\u201d jelas Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, Puan menyatakan, &nbsp;parlemen juga semakin menyadari peran strategis dalam penguatan kerja sama internasional antar parlemen untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.&nbsp;Ia menegaskan, isu ini menjadi salah satu perhatian bersama antara lain di Inter Parliamentary Union (IPU) yang merupakan forum parlemen negara-negara dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebagai Presiden Majelis IPU ke-144 di Bali, 20-24 Maret 2022, saya telah memimpin disepakatinya Deklarasi Nusa Dua terkait upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,\u201d ungkap Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Deklarasi Nusa Dua, parlemen-parlemen negara dunia menegaskan komitmen untuk penguatan aksi nasional sebagai wujud komitmen global, yaitu mencapai net zero emmissions. Selain itu, &nbsp;dukungan terhadap pembiayaan iklim bagi negara berkembang sebesar US$ 100 milliar yang harus segera dipenuhi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi tingkat regional, ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) juga mendorong kerjasama guna mewujudkan ASEAN Vision 2025 on Disaster Management,\u201d sebutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Diperlukan bentuk kerja sama antar bangsa dan negara yang realistis dan nyata, untuk dapat menyentuh permasalahan inti. Permasalahan inti yang dimaksud yaitu mengelola&nbsp; persaingan ekonomi global dan industri yang dapat berkontribusi dalam pemulihan lingkungan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi mana industri tidak hanya mengambil dari alam tetapi juga harus dapat &nbsp;pemulihkannya. Ini adalah suatu program pemulihan yang dilakukan secara sistematis dan masif,\u201d kata Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, cucu Proklamator RI Bung Karno ini mengatakan, &nbsp;parlemen berada dalam posisi yang unik dalam penanganan bencana sebagai katalis pembuatan kebijakan, menjembatani kepentingan berbagai pihak, dan mewakili konstituen. Melalui fungsi parlemen maka dapat dilakukan berbagai penguatan politik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeperti memperkuat kebijakan pembangunan yang memperhatikan daya dukung lingkungan hidup, mendukung kebijakan manajemen bencana yang dapat melibatkan peran serta seluruh pihak, yaitu pemerintah, masyarakat umum, dan industri,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, berbagai upaya di tingkat internasional pada pengurangan risiko bencana &nbsp;harus dibarengi dengan penguatan fondasi internal negara. Fondasi internal negara perlu diarahkan &nbsp;dalam membangun kedaulatan pangan, industri ramah lingkungan, optimalisasi energi baru dan terbarukan, serta pembangunan berwawasan ketahanan menghadapi bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cImplementasi tiga agenda transformatif yakni Sendai Framework on Disaster Risk Reduction (SFDRR), SDGs dan Paris Agreement di tingkat nasional maupun global, membutuhkan konsistensi, sinergi dan koordinasi di setiap tingkatan (at all level),\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Puan pun menegaskan, DPR RI siap bergerak bersama dengan parlemen negara-negara lain untuk memperkuat peran dalam pengurangan resiko bencana. Apalagi tantangan ke depan &nbsp;tidak &nbsp;semakin mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang adalah saatnya untuk segera bertindak tanpa menunda (without any delay),\u201d tegas Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Puan meyakini dan percaya konferensi ini akan mampu menghasilkan rumusan yang tepat yang dapat diimplementasikan untuk memperkuat resilience dalam menghadapi bencana dan pembangunan berkelanjutan, sesuai dengan sasaran GPDRR 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRumusan komitmen bersama adalah penting, akan tetapi tindakan nyata, sekecil apapun, menjadi lebih penting bagi kita untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,\u201d kata Puan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hadir dalam acara ini, Presiden Sesi ke-76 UN General Assembly (Presiden Majelis Umum PBB) Abdulla Shahid dan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori.<\/p>\n\n\n\n<p>Ajang GPDRR 2022 sendiri bertujuan untuk meningkatkan upaya melalui komunikasi dan koordinasi antara para pemangku kepentingan seperti pemerintah, PBB organisasi serta &nbsp;institusi internasional, LSM, ilmuwan atau akademisi, bersama pelaku sektor swasta di &nbsp;Indonesia yang menjadi tuan rumah pada pertemuan ke-7 ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Lewat GPDRR, para pemangku kepentingan diharapkan dapat berbagi pengalaman dalam merumuskan panduan strategis untuk pelaksanaan kerangka global PRB (pengurangan risiko bencana) atau Sendai Framework for DRR (disaster risk reduction) 2015-2030. (Tim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JakCityNews (Bali) &#8211; Ketua DPR RI Puan Maharani berbicara dalam The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[55],"tags":[],"aioseo_notices":[],"views":7,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3644"}],"collection":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3644"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3646,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3644\/revisions\/3646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jakcitynews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}