Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan: Dari Isu Palestina hingga Transisi Energi

JakCityNews (Jakarta) – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto secara resmi menerima kunjungan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari situasi Palestina, kerja sama politik luar negeri, hingga peluang penguatan hubungan bilateral Indonesia–Jerman di berbagai bidang salah satunya sektor pertahanan.
“Kita saling bertukar pikiran soal Palestina, soal kedudukan masing-masing negara, tetapi yang paling penting dari Beliau, Beliau mengutarakan bahwa Jerman adalah teman baik Indonesia dan siap bekerja sama mulai dari energi terbarukan, pendidikan, ” ujar Utut.
Utut menegaskan di bidang pendidikan, Utut menyinggung sejarah panjang hubungan akademik kedua negara, di mana banyak mahasiswa Indonesia pernah menempuh pendidikan di kota-kota seperti Aachen, Bremen, dan Hamburg.
Sementara di sektor pertahanan, ia menyoroti peran signifikan Jerman dalam pengembangan pesawat angkut militer A400M yang akan segera memperkuat armada transportasi Indonesia sebagai pengganti Hercules.
Meski demikian, Utut menilai potensi kerja sama yang sudah terbangun masih belum sebanding dengan kemampuan dan kapasitas Jerman. “Dari yang sudah establis dengan potensi yang ada, sebenarnya belum sebanding. Masih ada ruang luas untuk perbaikan dan pengembangan,” katanya.
Terkait kerja sama maritim dan keamanan, Utut menyebut isu tersebut belum dibahas secara khusus, namun peluang kerja sama di bidang pertahanan tetap terbuka, mengingat keunggulan industri Jerman. Termasuk di wilayah Hamburg, Kiel, dan kawasan industri pertahanan lainnya.
Utut juga mengungkapkan nilai investasi Jerman di Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar USD 278 juta dolar AS. “Ini angka yang besar, tetapi sesungguhnya masih jauh di bawah kemampuan Jerman yang sebenarnya,” katanya.
Sementara itu, Ralf Beste menyatakan pembicaraan dengan Komisi I DPR RI mencakup isu kebijakan keamanan luar negeri, hubungan ekonomi bilateral, transisi energi, serta pandangan bersama terhadap krisis global dan situasi di Timur Tengah.
“Kami berbicara secara sangat terbuka dan bersahabat tentang bagaimana kita melihat dunia, bagaimana kita melihat krisis global, dan bagaimana kita bisa berkontribusi pada penyelesaian masalah Palestina melalui solusi dua negara,” kata Beste. (Tim)
