Ketua Komisi X DPR Protes Keras Sengkarut Pengumuman Jalur Talent Scouting UI

JakCityNews (Jakarta) – Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan kekecewaan mendalam dan protes keras terkait sengkarut pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur Talent Scouting Universitas Indonesia (UI).
Polemik ini mencuat setelah status kelulusan sejumlah calon mahasiswa berubah secara mendadak dari “Lolos” menjadi “Tidak Diterima” hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi pada Selasa (17/3/2026) malam.
Lalu Hadrian menegaskan bahwa alasan “kesalahan teknis” pada situs web yang dilontarkan pihak universitas tidak dapat diterima begitu saja. Menurutnya, insiden ini mencerminkan buruknya tata kelola sistem informasi dan manajemen penerimaan mahasiswa di institusi pendidikan sebesar UI.
“Ini bukan kesalahan kecil. Banyak calon mahasiswa yang sudah merayakan kelulusan bersama keluarga, lalu tiba-tiba dibatalkan. Ini sangat merugikan secara psikologis dan mencederai kepercayaan publik terhadap kredibilitas UI,” ujar Politisi Fraksi PKB tersebut dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Atas kejadian ini, Ketua Komisi X DPR RI mendesak Rektor UI untuk segera melakukan investigasi internal yang transparan dan membuka hasilnya kepada publik guna menjelaskan penyebab sebenarnya dari perubahan status tersebut.
Untuk Pemulihan Status Mahasiswa, Komisi X DPR meminta pihak UI untuk mengembalikan status kelulusan bagi calon mahasiswa yang sebelumnya sudah dinyatakan lolos sebagai bentuk tanggung jawab institusi
Selain itu, Komisi X juga meminta UI menjunjung tinggi asas akuntabilitas dalam penyelenggaraan seleksi jalur internasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Hak calon mahasiswa harus dilindungi. UI sebagai perguruan tinggi unggulan harus menunjukkan profesionalitas tinggi. Jangan sampai integritas dunia pendidikan kita rusak karena kelalaian sistem yang tidak terukur,” pungkas Lalu Hadrian.
Jalur Talent Scouting UI merupakan program seleksi khusus untuk Kelas Internasional (gelar tunggal maupun gelar ganda) yang menuntut kecakapan bahasa Inggris tinggi. Insiden ini dianggap sebagai pertaruhan besar bagi reputasi UI di mata nasional maupun internasional. (Nes)
