Lestari Moerdijat Dorong Akselerasi GPK untuk Perkuat Pendidikan Inklusif di Indonesia

JakCityNews (Jakarta) — Anggota Komisi X DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong langkah masif dalam penguatan pendidikan inklusif di Indonesia. Ia menekankan bahwa kualitas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) hanya bisa terwujud jika pemerintah serius mempercepat peningkatan jumlah dan keterampilan Guru Pembimbing Khusus (GPK).
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per September 2025, terdapat 363.921 murid penyandang disabilitas di Indonesia. Sebanyak 199.375 di antaranya menempuh pendidikan di 60.910 Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI).
Namun, fakta di lapangan menunjukkan tantangan besar: hanya sekitar 15 persen dari total sekolah inklusif tersebut yang memiliki Guru Pembimbing Khusus (GPK).
“Kondisi ini adalah ironi yang menghambat terciptanya kesetaraan akses pendidikan. Untuk mewujudkan layanan berkualitas bagi setiap warga negara, penambahan jumlah guru yang mampu mendidik anak berkebutuhan khusus harus segera direalisasikan, ” tegas sosok yang akrab disapa Rerie ini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pemerintah untuk memberikan pembekalan kompetensi bagi para guru di tahun ini. Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam mengeksekusi program ini sangat krusial agar SPPI tidak sekadar menjadi status, tetapi benar-benar mampu mendampingi ABK secara optimal.
Rerie juga mengajak adanya kolaborasi lintas sektor untuk mengejar ketertinggalan jumlah tenaga pendidik khusus ini. “Pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat harus bergotong royong. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar layanan pendidikan inklusif yang adil dan merata dapat segera dirasakan oleh seluruh anak bangsa tanpa terkecuali,” ujarnya. (Nes)
