Aher Dukung Pemerintah Kedepankan Diplomasi Kemanusiaan dan Mandat PBB untuk Gaza

JakCityNews (Jakarta) — Anggota DPR RI sekaligus Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang memutuskan untuk menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Aher menilai pendekatan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah langkah yang paling tepat, terukur, dan memiliki legitimasi internasional yang kuat.
Ia menilai situasi di Gaza saat ini masih sangat dinamis dan penuh risiko. Karena itu, diperlukan kehati-hatian ekstra dalam mengambil kebijakan strategis, terutama yang menyangkut keselamatan personel serta kedaulatan negara lain.
“Keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman pasukan adalah langkah bijak. Kita harus memastikan bahwa setiap keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian benar-benar berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas, yaitu melalui mandat resmi PBB,” ungkap Kang Aher dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Politisi senior Fraksi PKS ini menambahkan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia selama ini selalu berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Ia menekankan bahwa mekanisme PBB adalah jalur terbaik agar peran Indonesia berjalan efektif dan diakui dunia internasional. Selain pengiriman pasukan, Kang Aher juga menyoroti pentingnya penguatan diplomasi untuk mendorong gencatan senjata permanen.
“Indonesia harus terus mengedepankan diplomasi kemanusiaan, memperkuat dukungan terhadap rakyat Palestina, serta mendorong solusi damai yang berkeadilan. Peran kita tidak hanya dalam bentuk pasukan, tetapi juga bantuan kemanusiaan dan diplomasi aktif di forum internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan negara sahabat dan lembaga internasional guna memastikan dampak positif bagi perdamaian di Gaza. Namun, ia juga memberikan catatan kritis terkait keberadaan Indonesia di organisasi internasional (BOP).
“Jika BOP tidak tegas dalam menjamin kemerdekaan Palestina, sebagai negara merdeka dengan politik bebas aktif, keberadaan Indonesia dalam BOP harus segera dievaluasi,” lanjut Aher.
Aher mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan dukungan moral dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina serta menjaga persatuan dalam menyikapi isu global yang sensitif. (Nes)
