DPR Dorong Istana Tampaksiring Jadi Sumber PNBP Baru dari Sektor Pariwisata

JakCityNews (Jakarta) – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Paraira, menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan Istana Kepresidenan Tampaksiring di Bali sebagai bagian dari penguatan sektor kepariwisataan nasional sekaligus sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Menurut Andreas, Istana Kepresidenan Tampaksiring memiliki nilai historis, arsitektural, dan simbolik yang sangat kuat, sehingga perlu dikelola secara lebih terukur dan profesional tanpa mengesampingkan fungsi utama sebagai aset negara.
“Potensi Istana Tampaksiring sangat besar, tak hanya sebagai ikon sejarah dan kenegaraan, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang bisa berkontribusi pada PNBP. Tentu pengelolaannya harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keamanan, dan pelestarian,” ujar Andreas dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/2/2026).
Andreas mengatakan Komisi XIII DPR RI menilai pengembangan fungsi edukasi dan pariwisata di kawasan Istana Tampaksiring harus berjalan seiring dengan perlindungan nilai-nilai sejarah dan budaya. Karena itu, diperlukan sinergi antar kementerian dan lembaga terkait agar optimalisasi pemanfaatan aset negara tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat.
“Kami berharap pengelolaan Istana Tampaksiring ke depan bisa menjadi contoh bagaimana aset negara dimanfaatkan secara produktif, tetap bermartabat, dan berkontribusi nyata bagi penerimaan negara, ” ujarnya.
Sebelumnya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (11/2/2026) lalu, Andreas memberikan apresiasi terhadap strategi komunikasi publik melalui program Istana untuk Rakyat (ISTURA).
Program ini dinilai berhasil meningkatkan kedekatan masyarakat dengan institusi kepresidenan sekaligus memperkuat edukasi sejarah dan fungsi kenegaraan.
Program ISTURA juga menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi. Ini menandakan masyarakat antusias dan merasa mendapatkan manfaat edukatif.
“Ke depan, kami mendorong agar program ini terus dikembangkan secara terukur, tanpa mengurangi aspek keamanan serta pelestarian cagar budaya,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini. (Tim)
