DPR RI Kawal Langkah Strategis Pemerintah Hadapi Gejolak Militer di Iran

JakCityNews (Jakarta) – Anggota Komisi I DPR RI, Andina Theresia Narang, memberikan perhatian serius terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah menyusul peningkatan eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Serangan yang dilancarkan ke wilayah Iran baru-baru ini dinilai sebagai ancaman serius bagi stabilitas global.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (4/3), Andina menegaskan bahwa konflik ini bukan lagi sekadar isu regional, melainkan tantangan global yang memerlukan respons bertanggung jawab dari seluruh komunitas internasional.
“Situasi di Timur Tengah harus disikapi dengan prioritas utama pada diplomasi dan dialog. Perang bukan solusi. Kita semua harus mengutamakan upaya damai untuk menjaga stabilitas, demi mencegah jatuhnya korban jiwa dan meminimalkan dampak yang lebih luas terhadap keamanan serta ekonomi dunia,” tegas Andina Narang.
Andina menyatakan dukungan penuh terhadap langkah diplomatik Pemerintah Indonesia. DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong Indonesia mengambil peran sentral dalam forum internasional, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna meredakan ketegangan dan membuka jalur dialog antar pihak yang bertikai.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intensif antara DPR, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan nasional dalam memitigasi dampak konflik terhadap Indonesia. Prioritas utama adalah memastikan perlindungan dan keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak, termasuk kesiapan evakuasi serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi lebih luas, jelasnya, DPR RI bersama pemerintah akan memperkuat diplomasi damai melalui jalur bilateral dan multilateral guna menghentikan konflik dan mendorong dialog terbuka.
Andina menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan terus mengawal setiap langkah strategis yang diambil pemerintah. Fokus utamanya adalah memastikan keselamatan bangsa Indonesia tetap terjaga sembari tetap memberikan kontribusi aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.
“DPR RI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat diplomasi damai, baik secara bilateral maupun multilateral, demi menghentikan konflik bersenjata ini sesegera mungkin,” katanya. (Tim)
