Jaga Kinerja Ekspor ke Tiongkok Hingga AS, Komisi VII Dorong Fleksibilitas Industri Mamin

Anggota Komisi VII DPR Erna Sari Dewi (Foto : Dok. DPR)

JakCityNews (Jakarta) – Komisi VII DPR RI menilai harus ada relaksasi kebijakan, khususnya terkait industri Makanan dan Minuman (Mamin) dalam merespons situasi geopolitik global yang saat ini terjadi. Sebab industri Mamin memiliki kontribusi signifikan dalam mengekspor ke tiga negara tujuan utama, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru (Januari-September 2025), kontribusi tiga negara tujuan utama (Tiongkok, Amerika Serikat, dan India) terhadap total ekspor nonmigas Indonesia mencapai 41,81 persen.

“Namun, dalam perjalanannya, tentu banyak sekali tantangan-tantangannya, banyak sekali isu atau masalah-masalah yang dihadapi. Apalagi sekarang kita ada isu terbesar di depan kita, sekarang ini sedang ada mulai kontraksi geopolitik yang luar biasa,” ujar Anggota Komisi VII Erna Sari Dewi melalui rilisnya, Minggu (8/3/2026).

Menurut Politisi Fraksi Partai NasDem itu, efek dari situasi perang antara AS-Israel melawan Iran ini akan menimbulkan berefek pada biaya produksi, kenaikan harga yang fluktuatif terhadap bahan baku, yang dikaitkan dengan rantai pasok global dari negara asal impor ke dalam industri dalam negeri.

Saat memimpin Kunjungan Kerja Reses ke di PT GarudaFood Putra-Putri Jaya, Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026) lalu, Erna mengatakan Komisi VII juga telah menginventarisasi dan mengidentifikasi beberapa tantangan industri dalam merespons gejolak. Karena itu, Erna berharap harus ada kebijakan Pemerintah yang lebih direlaksasi.

Selanjutnya, Erna menambahkan harus ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang lebih fleksibel ya, terkait bagaimana dengan pasokan bahan baku ini penting,

“Termasuk juga kita meminta para pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi produk, baik dari sisi desain maupun lainnya, untuk mengatasi biaya produksi yang tinggi,” katanya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.