Rachmat Gobel Apresiasi Transparansi Menteri ESDM soal Stok BBM Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel (Foto : Dok. DPR)

JakCityNews (Jakarta) — Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, memberikan apresiasi atas sikap terbuka Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional yang saat ini berada pada posisi aman untuk 21 hari.

Menurut Gobel, transparansi tersebut merupakan langkah krusial dalam membangun kepercayaan publik serta memberikan edukasi mengenai kondisi riil ketahanan energi nasional.

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Ini bukan sekadar angka, tapi momen bagi pemerintah dan masyarakat untuk membangun kepercayaan. Di saat yang sama, masyarakat perlu diajak menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat energi,” ujar Gobel dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).

Politisi Fraksi Partai NasDem ini menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, secara langsung berdampak pada stabilitas pasokan energi global. Meski menantang, Gobel menilai situasi ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah, Pertamina, dan PLN untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional.

“Ini menjadi pengalaman penting untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan. Pemerintah harus mengambil langkah strategis agar negara sebesar Indonesia memiliki sistem energi yang tangguh dan tidak mudah goyah oleh dinamika global,” tegas legislator asal Gorontalo tersebut.

Di sela Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026) lalu, Gobel menekankan salah satu solusi jangka panjang adalah percepatan investasi di sektor hilir migas, terutama pembangunan kilang (refinery) dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Ia mendesak pemerintah untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif agar proyek strategis nasional di sektor energi dapat tuntas tepat waktu.

Rachmat Gobel mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia mengingatkan bahwa tindakan menimbun BBM justru akan memperburuk keadaan dan menciptakan kelangkaan semu di lapangan.

“Edukasi harus dilakukan oleh seluruh elemen bangsa. Jangan sampai ada pembelian berlebih atau penimbunan. Kita harus bersama-sama menjaga stabilitas ini demi kepentingan nasional,” katanya. (Sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.