Momentum Idulfitri, Anis Byarwati Ajak Keluarga Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

JakCityNews (Jakarta) – Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Dalam momentum Idulfitri, ia mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk memperkuat kerja sama antara suami dan istri guna menghadapi tekanan ekonomi.
Anis menilai, meskipun daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dan harga kebutuhan pokok masih tinggi, perempuan—terutama para ibu—telah membuktikan ketangguhannya sebagai manajer keuangan rumah tangga yang andal.
“Dalam kondisi sekarang, perempuan benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan, memastikan kebutuhan terpenuhi meskipun situasi tidak mudah,” ujar Anis dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Politisi Fraksi PKS ini juga memberikan catatan penting mengenai peran perempuan dalam mencari nafkah. Ia menegaskan bahwa secara prinsip, tanggung jawab mencari nafkah berada di pundak laki-laki. Namun, ia mengapresiasi besarnya kontribusi perempuan yang turut membantu pendapatan keluarga saat ini.
“Perlu dipahami, mencari nafkah bukan tugas utama perempuan. Ketika perempuan ikut berkontribusi, itu adalah bentuk dukungan dan kekuatan tambahan, bukan kewajiban utama, ” tegas Doktor Ekonomi dari Universitas Airlangga tersebut.
Menurut Anis, kunci menghadapi badai ekonomi adalah komunikasi dan pembagian peran yang bijak dalam rumah tangga. Ia mendorong adanya kemitraan yang seimbang agar beban ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu pihak.
“Mengelola ekonomi keluarga itu membutuhkan kerja sama. Suami dan istri perlu saling memahami dan berbagi peran secara bijak. Dengan begitu, keluarga bisa lebih kuat menghadapi tantangan, ” katanya.
Lebih lanjut, Anis mendesak pemerintah untuk memperkuat dukungan nyata bagi perempuan, khususnya melalui sektor UMKM. Ia menyoroti perlunya perluasan akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial agar potensi ekonomi perempuan dapat berkembang maksimal.
Anis mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong. “Harapan saya, perempuan Indonesia semakin tangguh tanpa harus menanggung beban sendirian. Dari keluarga yang kuat dan harmonis, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga, ” ujarnya. (Nes)
