Anggota DPR Marinus Minta Inflasi Sektor Pangan Patut Diwaspadai

JakCityNews (Jakarata) — Anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea menyatakan kekhawatirannya dan perlu dicermati inflasi di sektor pangan sesuai dengan paparan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, per Januari-Februari 2024 inflasi di sektor pangan sudah mencapai 8,47 persen.
“Inflasi sektor pangan ini patut diwaspadai dan dicermati bersama. Tak menutup kemungkinan inflasi akan naik lagi di bulan Maret hingga April, menjelang lebaran nanti, ” kata Marinus Gea, di Jakarta, Minggu (3/32024).
Marinus berpendapat adanya persiapan ketersediaan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2024, namun realita di lapangan harga komoditas pangan terus melonjak. Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah. “Bahwa pasokan di lapangan dengan harga yang beredar di lapangan sangat jauh dari keterangan Pemerintah, ” ujarnya.
Marinus Gea juga menilai, dengan adanya persiapan untuk menyediakan ketersediaan pangan jelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 2024, realita di lapangannya harga-harga komoditas pangan di pasaran terus melonjak, hal ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh Pemerintah, dimana pasokan di lapangan dengan harga yang beredar di lapangan sangat jauh dari keterangan Pemerintah.
Dalam kunjungan kerja ke Batam, Kepulangan Riau, Jumat (132024), Marinus mengungkan harga beras premium itu di Kepri mencapai Rp17.000/liter. Di Pulau Jawa, Rp20 ribu, bahkan hingga Rp30ribu/liter.
“Hal ini, akan terjadi inflasi lebih tinggi lagi. Karena itu kita mendorong Bank Indonesia (BI) berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, agar dapat bersinergi mengantisipasi persoalan kekurangan ketersediaan bahan pokok itu di bulan puasa dan bulan lebaran tadi,” katanya.
Politisi PDI-Perjuangan ini juga menyatakan, bahwa upaya BI dalam menekan inflasi di sektor pangan dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dan sebagainya kepada pelaku usaha pertanian, sangatlah bersifat relatif untuk dinyatakan cukup membantu menekan atau tidak.
“Untuk menilai upaya tersebut cukup atau tidak cukup itu tergantung pada koordinasi yang komprehensif dari seluruh stakeholder terkait, karena BI hanyalah bagian kecil dari sektor terkait, ” katanya. (gsu)
