TB Hasanuddin: Mundurnya Kabais TNI Jadi Momentum Bongkar Aktor Intelektual

JakCityNews (Jakarta) — Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin memberikan apresiasi tinggi atas langkah pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo.
Langkah tersebut diambil menyusul polemik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang melibatkan oknum di bawah komandonya.
TB Hasanuddin menilai sikap Letjen Yudi merupakan manifestasi dari akuntabilitas dan integritas seorang pemimpin.
“Ketika ada bawahan yang melakukan pelanggaran, beliau menunjukkan sikap tanggung jawab moral yang tinggi. Ini menjadi contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (29/3).
Meskipun memuji langkah ksatria tersebut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pengunduran diri Kabais tidak boleh menjadi titik henti dalam penegakan hukum. Ia mendesak agar penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tetap dilanjutkan secara menyeluruh dan transparan.
“Penyelidikan harus terus diungkap, bukan hanya pelaku di lapangan, melainkan juga mengusut aktor yang merancang atau berada di balik peristiwa tersebut. Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, TB Hasanuddin memastikan bahwa DPR RI akan menjalankan peran pengawasannya secara ketat melalui mekanisme pengawasan intelijen. Hal ini bertujuan untuk memastikan proses hukum berjalan objektif dan terbuka bagi publik.
Sebelumnya, Markas Besar TNI melalui Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah telah mengonfirmasi penyerahan jabatan Kabais oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi atas kasus yang sedang berjalan. (Nes)
